Ingin bisa memanggilmu sayang

Huekekkkekekekkk
Agak2 najis memang bagi pasangan yg dua2nya sama2 nggak romantis babar blas
makan yuk sayang
sayang..sayang..km uda bubu belun?
yang,,kapan kita ketemuan terus nonton?
Eeeeewwwwwww merinding disko rasanya
baru bayangin ngomong aja uda muncul gejolak2 aneh di perut

comment di status fesbuk teman2
ayank t4mu mati lampu ya?uu kacian..
kengen bey
makasi ayank..
luv u too huney..
ummmm uummmm he3

yang biasa terdengar dan diperdengarkan:
sayang?sayangatuseket?
bebah bebih ayang ayang, njijiki
cinta?iihh apaan sih??!!
Nyong!!!
Ngapa Nying??
Ahhh brissiikkk
Bawel banget sih kamu jadi cowok!!!!

Sayang?Bebeih?
Haiiihhhhh,,,walo sdh hampir 3 taon kenal dan 2 taon pacaran, tapi kapan2 aja lah ya.
Kalo aku sudah bisa memanggilmu ayang selain lewat telpon dan sms
Kalo kamu sudah mau dipanggil itu he3..
Dan sepertinya, sampai kapanpun kita tdk akan pernah jadi romantis

Ah gak papa
Kamu toh risih dengan yg mesra2 aneh dangdut
Aku toh juga gak begitu suka bunga potong dan sejenisnya
Gk suka boneka kecuali dibeliin dan milih sendiri
Jg blas males banget sama yg namanya kejutan2 terencana
Barang2 mahal jg nanti bakal diilangin. Kecuali yg bisa dijual lagi
Wong sama2 teledor…

Kamu gemini aku gemini..
Apa jadinya nanti ya..
Ah aku tau..Jadi bahagia selamanya pasti hahahahah =)
Iya aku tau kamu juga setuju..

taken from nadiranadira.tumblr.com.sometime i feel my boyfriend so much look like tapei on hi,miiko the attitude and appearancehaghaghag..

Advertisements

From Haruki Murakami’s Novel, Norwegian Wood

Apa otakmu miring?
Kamu mengerti tentang bentuk pengandaian bahasa Inggris!
Kamu memahami jajaran angka matematik, bisa baca marxis!
Kenapa yang begitu kamu tidak paham?
Kenapa kamu tanyakan lagi?
Apa kamu mau menyuruh perempuan mengatakannya?

Karena aku lebih menyukaimu daripada kepada dia!
Akupun mau menyukai laki-laki yang lebih tampan.
Tapi apa boleh buat karena aku sudah menyukaimu!

Untuk pertamakalinya (dan nanti pasti akan saya lakukan lagi), saya mengutip satu paragraf dari sebuah novel.

Mungkin kadar romantis saya dipertanyakan. Tapi menurut saya pernyataan cinta yang seperti ini romantis banget Hahahahahahah

Payah.

Judiiiiiii..

Perjudian meskipun kata bahasa agamanya harom nih, tapi ternyata dalam kehidupan sehari-hari hampir bisa dibilang, sering sekali saya lakukan. Yah walo bahasa saya bukan judi tapi spekulasi. Ah pada bae artinya.

Saya rasa semua manusia di dunia ini nggak mungkin lah ya belom pernah mempertaruhkan sesuatu dalam hidupnya. Yah mo bertaruh demi cinta lah, mimpi lah, cita-cita kek, pokoknya pernah. Mungkin orang lain menyebutnya pengorbanan. Tapi kalo saya sih tetep aja menyebutnya sebagai gambling bin judi alias totoan.

Yang namanya pertaruhan itu hasilnya belom tentu menang, bisa aja kalah. Tapi pertaruhan atau gambling dalam kehidupan itu kokĀ  nyandu ya. Sekali dilakukan, tanpa sadar akan terus kita lakukan semakin sering dan semakin sering seiring meningkatnya umur.

Orang yang punya duit bertaruh dengan duit mereka. Orang yang punya rumah berjudi dengan rumah mereka. Orang yang punya usaha berjudi dengan usaha mereka. Semua dipertaruhkan demi alasan yang beda-beda. Demi anak, demi istri demi masa depan dan demi demi lainnya.

Kalo model orang nggak punya modal kayak saya begini mah ngak ada yang bisa dipertaruhkan. Duit nggak punya, benda berharga apalagi. Satu-satunya yang saya punya ya cuma nyawa dan kehidupan. Dulu, saya pikir saya hebat. Karena disaat orang lain bertaruh dengan uangnya, saya bertaruh dengan hidup saya. Yaitu melepas kerja demi kuliah lagi. Eh, tapi ternyata di dunia ini buanyak banget orang bermodal cekak yang adu peruntungan dengan nyawa dan kehidupan kayak yang saya lakukan. Buanyak dan lebih hebat dan ngeri2 malah.

taken from jimsmuse.wordpress.com. show me your money hahahaha...ampun baangg..

Saya mulai paham dengan yang namanya pertaruhan hidup. Saya pribadi melakukannya. Karena hidup saya sudah saya pertaruhkan pada mimpi dan cita-cita. But that’s it. Cuma itu yang saya mampu dan mau pertaruhkan. Saya tidak akan mempertaruhkan sisa hidup saya yng lainnya seperti teman, sahabat, keluarga, dan cinta yang mendukung. Tapi kalo teman ato sahabat yang merong-rong dan merugikan mah buang aja he3..

Tapi kenapa ya banyak orang yang punya uang, pekerjaan bagus dan punya modal tapi malah mempertaruhkan teman, sahabat, keluarga dan cinta yang mereka punya untuk mengejar kepuasan2 yang bagi saya nggak jelas ya. Kenapa tdak mereka pertaruhkan saja materi mereka.

Istri ini mengorbankan suaminya untuk mengejar keinginan yang mungkin dia sendiri tidak tau itu apa. Dan suaminya sungguh suami yang baik. Bukan suami diktator dan otoriter. Teman ini mengorbankan teman dan sahabatnya sendiri dengan menyebarkan aib pribadi mereka demi menjadi center of the attention semua orang.
Kenalan ini meninggalkan keluarganya sudah 18 tahun demi memenuhi panggilan jiwanya sebagai lelaki yang perempuan. Suami ini, membohongi istrinya dan menjalin hubungan ilegal dengan rekan sekantornya namun beda profesi. Tapi toh laki-laki ini masih beristri. Entah ada apa dengan istrinya. Tapi toh itu bukan alasan.

Saya kok tidak paham ya. Kenapa mereka mengorbankan yang immaterial dan berharga itu demi sesuatu yang kurang saya mengerti. Apa saya aja yang terlalu naif dan konservatif ya??

Meringis ajadeh

Mbak2: Ni gw pinjem duit lu dong, buat bayar kos. Duit gw dipinjem temen. Katanya dia balikin hari jumat. Paling lambat jumat deh.

Mas2: Oh iya nia, nanti kamis deh ya. Iya, berapa?tiga minggu ya. Iya maaf kemarin2 sibuk. Jarang masuk kuliah.

Hmmmmm Hmmmmm….

Minggu..Selasa..Rabu..Kamiss..Jumat…Sabtu..
Loh kok udah sabtu aja sih..

Mbak2: Ni, maaf ya. Temen gw blom transfer. Lo udah nggak punya duit banget ya? Pait2nya tanggal 28 sih. Tapi gw usahain deh minggu2 ini.

Mas2: Krik..krik..krikkkkk….

Wedewww..Pait euy. Bukannya tidak bisa memahami kesulitan dan kesibukan orang sih ya. Tapi..yah..ya..saya paham..
Mungkin dikiranya saya sejenis kambing yang doyan dengan daun2 nangka dan rumput2an.
Ato dikira saya sejenis balon yang kenyang dengan makan angin..

Wehh..nggak tau lah. Sementara meringis aja dulu..
Mbeeekkk..

Jelek Melulu

D’oh kapan ya bisa nulis bagus kayak tulisan mbak-mbak gendut itu. Kata-katanya itu lho, realis dan sangat lugas sekaligus normal sekali, tapi nempol banget. Ato paling nggak bisa nulis aneh model si cewek kucir dua yang emang agak ajaib itu.

Ughaaaahhh..Bodo ah. Yang penting nulis aja. Kalo nggak nampol ya ben tak tampolnya sendiri.

Menghilangkan ke-jawaan

Pertanyaannya bisa, nggak?

Seumur-umur saya ngerasa kalo saya itu beda banget dengan orang jawa pada umumnya. Maksudnya kalo sebagian orang jawa jago basa-basi dan jago menyembunyikan perasaannya, saya sebaliknya. Saya bisa ngomong sampe dua hari dua malem nggak tidur, tapi kalo basa-basi nggak bisa. Trus paling susah menyembunyikan perasaan karena ekstrovert sekali.

Tapi begitu di Jakarta ternyata beru kerasa kalo saya ini jawa buanget dan itu menyusahkan. Yang paling bikin susah tu sifat gak enakannya itu lho. Nyiksa berat. Cuma bisa bilang enggak aja sungkan, mau nolak gak enak, mau nanya malu. Padahal dulu di Jogja saya termasuknya yang urat malunya bener2 tuipisss tenan lho.

Akhirnya ya gitu. Sering diperlakukan se-enaknya dan se-enegnya sendiri. Temen minta ini iya, temen minjem itu Ok, bos nyuruh ono ini itu siap!!!. bagus sih untuk melanggengkan hubungan pertemanan dan mengejar karir (cuih) tapi capek juga ya lama2.

Sering kali saya terpikir, doohhh kenapa tadi nggak bilang enggak aja sih, kan jadi nggak nyiksa diri sendiri. Dan yang paling nyebelin tuh apa2 dirasa2in sendiri lagi. Kadang takut si ini tersinggung, si anu marah, si ono bete, diri sendiri gak dipikirin. Padahal si ini si anu si ono juga nggak mikirin kita tuh, wong hidupnya aja udah ribet, ngapain mikirin kita yang nggak jelas.

Jadi sementara ini di kasih waktu untuk jalan di Jakarta mungkin supaya bisa mengikis sedikit sifat2 jawa yang melelahkan dan merugikan diri sendiri itu ..

Tapi emangnya yang watak mendarah begitu bisa ilang????Aaaarrrrgggggggggg sebellllll….

Masih tentang Mimpi..zzZZ…zzzZ..

Ya masih seputar mimpi, atau yang pernah disebut Coelho legenda pribadi. Lagilagi Coelho, bukan saya ngefans berat dan menjadikan dia kiblat, cuma di sesi ini memang banyak ide2nya yang relevan. Banyak orang yang merasa kosong setelah memiliki semua yang dia punya namun ternyata bukan yang ia butuhkan. Atau merasa kosong karena belum mendapatkan makna hidup yang ia cari

Maka orang berlombaloba mengejar mimpi dan apa yang mereka senangi menurut kata hati mereka. Mengejar mimpi itu ternyata saya sadari bukan hal yang sepele. Setidaknya dari apa yang saya alami dan beberapa orang yang saya tau.

Dulu saya nggak ngerti apa alasan betapa konyolnya lima orang wanita yang saya kenal secara terpisah itu. Yang satu dengan ide gilanya sebagai entah apa, yang jelas dia pintar. Yang satu lagi dengan kegilaan akan seleranya yang antik yang orang-orang lain tak paham. Yang satu lagi dengan kegemerlapan seorang bintang dengan bakat yang saya sendiri nggak tau sebesar apa, lalu ada lagi seorang gadis yang begitu gelap dan nggak jelas namun punya keinginan yang sangat kuat. Dan yang terakhir gadis kurang waras yang mencintai kemerdekaan dirinya amat sangat entah demi apa.

Tapi setelah merenungi dan mencoba mengerti mereka, kurang lebihnya saya tau apa tujuan dan keinginan mereka menjadi apa, kecuali satu orang pertama.

Lima wanita itu semua aneh, paling enggak bagi orang yang tidak mengenalnya. Semua punya karakter yang berbeda dan mungkin mereka juga tidak mengenal satu sama lain. Yang jelas, bagi sebagian orang, mereka sangat mempesona, menarik, tapi juga menakutkan.

Dengan perilaku, ambisi dan atribut mereka untuk mencapai mimpi mereka masingmasing. Tapi mereka juga punya satu kesamaan lain yaitu mereka berani melawan, berjuang dan mempertahankan apa yang mereka mimpikan. Mungkin bagi mereka satu-satunya yang mereka miliki adalah hidup mereka sendiri. Dan satu-satunya hidup adalah mimpi mereka. Jadi memang harus mati-matian di perjuangkan.

Saya sendiri tidak pernah menanyai secara langsung. Tapi saya cukup tau, penghinaan, pengorbanan dan peremehan macam apa saja yang sudah mereka terima. Tapi herannya mereka tahan2 aja tuh. Mungkin karena usia, mungkin juga pengalaman hidup, mungkin karena nekat dan mungkin karena tidak peduli.

Tetap saja, mereka berjalan tanpa henti mengejar apa yang menjadi mimpi mereka. Saat ini, setau saya belum ada yang sukses mencapai mimpi mereka (menurut versi perkiraan saya). Tapi mereka nggak berhenti tuh. Itu yang membuat saya terus bersemangat. Mereka yang biasa dicerca itu saja bisa terus berjalan dan tersenyum. Walau mungkin sebagian bantalnya basah oleh air mata menjelang tidurnya.

taken from http://www.twainquotes.com. aaahh...aku ingin jadi apaaa yaa...mimpi apaa yaa....

Untuk wanita-wanita itu saya sungguh salut dan menaruh hormat sehormat-hormatnya. Mereka yang saya sebut sebagai wanita-wanita baja yang sebenarnya. Walau mimpi mereka tak seberat tokoh2 wanita pejuang dan tak sehebat Sri Mulyani misalnya. Merekalah orang yang menurut saya sebenarnya tidak pernah gagal dalam hidupnya. Meski orang lain menganggap sebaliknya.

Karena mereka terus berusaha. Dan seperti kata bola kristal hijau di film Haunted Mansion. Kegagalan hanya terjadi ketika kau berhenti mencoba. Selama kau terus berusaha, tidak mungkin muncul kata gagal.