Yang membuat saya kembali menulis

Sejak dulu, nggak tau lah dulunya itu kapan, tapi yang jelas sejak dulu banget sampe saya nggak inget dulunya itu kapan, saya suka menulis, dan terutama suka sekali membaca. Tapi ya itu, karna sibuk, nggak punya prioritas dan nggak punya disiplin, jadilah kesukaan saya itu menguap begitu saja.

Sempat, beberapa kali menulis, dan pas jaman-jaman friendster dulu booming, saya beberapa kali juga sempat nulis walopun mungkin satahun nulis 3, tahun berikutnya enggak, tahun berikutnya lagi 1, lalu dua tahun kemudian nulis 2.

Saya lulus dari jurusan jurnalistik. Dan herannya, selama kuliah nggak ada tuh satu karyapun yang saya hasilkan. Sering menulis, tapi kebanyakan tidak selesai dan kalau selesai, untuk baca lagi aja males banget, gimana orang lain bisa suka. Selepas lulus kuliah, saya baru sadar selama ini telah menyia-nyiakan waktu karena tidak mengasah ketekunan dalam menulis. Karna menurut saya, punya bakat nulis itu nggak ada apa2nya kalo cuma bayangin begitu ngadep leptop ato kompie langsung bisa kesetanan trus nulis novel sekaliber Lord of the ring. Yang penting itu latihan dan rutinitas.

Jadilah saya memutuskan untuk menjadi penulis saat itu. Sayapun kemudian beberapa kali menulis yang ringan-ringan dan nggak ambisi bisa nulis novel yang sok mutu. Kemudian saya juga membeli buku menulis cerpen karangan Jacob Sumardjo. Yah, maunya sih biar tau tips-tipsnya. Tapi kandas tuh. Saya tidak tergugah untuk kemudian produktif menulis.

Untung beberapa bulan kemudian saya keterima jadi wartawan ekonomi di media massa milik perusahaan penerbitan terbesar di Indonesia. Untuk sementara saya bisa aktif menghasilkan tulisan yang tentu saja mutunya bisa dipertanggung jawabkan karna melalui editan berlapis2. Tapi kemudian dalam waktu kurang 1 tahun saya meninggalkan media tesebut dan memutuskan mengejar apa yang saya inginkan (bukan jadi penulis, saya punya mimpi lain =)).Setelah itu, saya coba aktif menulis lagi. Tapi kandas lagi.

Sekarang saya mulai nulis lagi. Dan hebatnya, yang menginspirasi saya menulis bukan novelis besar, bukan juga mantan redaktur saya yang jago-jago itu, apalagi para profesor di kampus saya yang huebat-huebat itu. Yang menginspirasi saya justru sebuah buku berjudul Writing is Amazing karya Fahd Djibran.

Siapa juga ini orang, begitu menurut saya. Saya baca biografinya di belakang buku (pengen tau nih buku mutu enggak kira2), dia beberapa tahun lebih muda daripada saya, juga bukan lulusan jurnalistik, bukan juga mantan wartawan, tapi sering menang beberapa kompetisi dan juga pernah nulis beberapa buku.

Pas saya baca bukunya, wuihh, dasar banget. Lalu saya baru sadar, selama ini saya emang nggak pernah tau hal-hal dasar yang dia tulis dibukunya itu. Kalaupun tau, juga nggak pernah saya aplikasikan. Akhirnya karna sibuk kuliah, saya lupa lagi sama kepengan saya untuk bisa nulis, bukunya pun nggak saya baca habis. Saya selipkan diantara buku2 saya yang lain.

Tapi beberapa hari lalu saya mencari dan kembali membaca buku itu karna saya butuh banget. Saya pengen nulis lagi. Kali ini serius. Begitu lagi-lagi janji saya. Dan berkat buku itu, saya bersemangat lagi. Kalo anda menganggap diri anda jago, sangat jago dan berbakat, tapi nggak ngerti kenapa anda tidak juga kunjung bisa menulis. Mungkin anda bisa baca buku Fahd Djibran itu. Karna menurut saya bukunya menggugah dan menyadarkan kita bahwa, oh god!menulis itu sungguh gampang.Coba aja..

Tengkiu mas Fahd!! =)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s