Sekelumit tentang mimpi saya

Sekelumit saja karena kalo sepotong pun sudah terlalu banyak. Ah..lagilagi saya terbawa oleh romantisme kejar mengejar mimpi. Bukan, ini bukan garagara abis baca paolo coelho. Saya cuma penasaran saja kemana jalan hidup kembali membawa saya bertualang.

Waktu saya kecil, saya membayangkan saya adalah seorang petualang dan nantinya akan jadi seorang petualang yang hebat. Tapi menjelang dewasa, saya kok merasa nggak hebathebat amat dan petualangan terlalu beresiko.

Tapi itulah hidup, dan kalo bisa dibilang mungkin perasaan tau intuisi atau firasat atau feeling atau atau yang lainnya. Entah kenapa, saya sudah memutuskan tidak ingin bertualang. Saya pernah melihat gambaran saya di masa depan saya menjadi sosok seperti apa. Tapi tetap saja, perjalanan hidup selalu membawa saya ke arah likuliku dan petualangan yang tidak pernah saya duga.

taken from.www.suu.edu. aku bagai petualang, pengembara seperti pak janggut, samurai tak bertuan *halah*

Sering kali saya merasa bahwa saya selalu mempersulit jalan hidup saya sendiri. Padahal saya tidak bermaksud begitu. Yah, namanya juga orang hidup, maunya kan yang gampanggampang aja, orang hidup aja udah ribet dan susah, masak mau dibikin ribet lagi. Namun tetap saja, saya sepertinya harus berjalan agak berkelok dan kadang memutar untuk mendapatkan suatu tujuan. Tidak seperti orang lain yang punya niat ke situ lalu jalan menuju ke situ, lewat jalan ke arah itu, dan sampai ke tempat yang ia niatkan.

Terkadang saya heran karena diberi kekuatan lebih untuk bisa berjalan berkelok dibanding orang lain. Tapi capek ya Allah. Lalu saya bertanyatanya, apa yang membuat saya jalan selalu melenceng sanasini. Dan saya belum lama ini baru menemukan jawabannya. Simple dan mungkin semua orang sudah tau yaitu karena saya peragu dan terlalu banyak pertimbangan nggak penting. Fokus saya punya walau saya juga kadang punya loose focus quickly disorder (penyakit ciptaan saya he3). Atau lebih tepatnya, mudahnya prioritas saya tersubtitusi dengan prioritas lain. Sungguh saya tidak melakukannya dengan sengaja.

Ah, saya tidak tau sampai kapan mimpi saya itu akan tercapai. Beberapa orang yang beruntung, bahkan tidak memimpikan mimpi yang sama dengan mimpi saya, namun mereka bisa menjalani profesi dan kegiatan yang saya impikan dengan mudah atau bahkan secara kebetulan.. Sedangkan saya, saya harus mengorbankan beberapa hal yang sudah saya miliki (yang mungkin bagi orang lain adalah mimpi mereka yang saya dapatkan secara kebetulan).

Tapi yang jelas, saya sudah tau apa masalah saya, dan mungkin memang sudah jalan saya begitu. Setidak-tidaknya Allah telah memberikan saya apa yang saya butuhkan. Dan terkadang apa yang saya inginkan. Dan seringnya, jauh lebih baik dari apa yang saya perkirakan dan saya harapkan.

Sekarang, rasarasanya mimpi saya seolah sedang berkejaran dengan langkah saya. Kemarin sudah dekat sekali dan seolah bisa saya pegang. Tapi sekarang sepertinya masih harus berjalan lagi, yang emoga tidak terlalu jauh.

Dan lagilagi saya berkata: Ah. =) Entah kemana perjalanan hidup dan pengejaran mimpi ini akan menyuruh saya berjalan mengikuti jalan setapaknya. Namun sekarang sepertinya cahaya-cahaya yang menunjukkan jalan benar yang harus diikuti sudah semakin terlihat..

Dan Lagilagi Ah,,saya bersyukur Alhamudulillah karena saya mempunyai pegangan dan hanya bisa berpegangan kepada-Mu ya Allah..aku mohon perlindunganmu =)….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s