Judiiiiiii..

Perjudian meskipun kata bahasa agamanya harom nih, tapi ternyata dalam kehidupan sehari-hari hampir bisa dibilang, sering sekali saya lakukan. Yah walo bahasa saya bukan judi tapi spekulasi. Ah pada bae artinya.

Saya rasa semua manusia di dunia ini nggak mungkin lah ya belom pernah mempertaruhkan sesuatu dalam hidupnya. Yah mo bertaruh demi cinta lah, mimpi lah, cita-cita kek, pokoknya pernah. Mungkin orang lain menyebutnya pengorbanan. Tapi kalo saya sih tetep aja menyebutnya sebagai gambling bin judi alias totoan.

Yang namanya pertaruhan itu hasilnya belom tentu menang, bisa aja kalah. Tapi pertaruhan atau gambling dalam kehidupan itu kok  nyandu ya. Sekali dilakukan, tanpa sadar akan terus kita lakukan semakin sering dan semakin sering seiring meningkatnya umur.

Orang yang punya duit bertaruh dengan duit mereka. Orang yang punya rumah berjudi dengan rumah mereka. Orang yang punya usaha berjudi dengan usaha mereka. Semua dipertaruhkan demi alasan yang beda-beda. Demi anak, demi istri demi masa depan dan demi demi lainnya.

Kalo model orang nggak punya modal kayak saya begini mah ngak ada yang bisa dipertaruhkan. Duit nggak punya, benda berharga apalagi. Satu-satunya yang saya punya ya cuma nyawa dan kehidupan. Dulu, saya pikir saya hebat. Karena disaat orang lain bertaruh dengan uangnya, saya bertaruh dengan hidup saya. Yaitu melepas kerja demi kuliah lagi. Eh, tapi ternyata di dunia ini buanyak banget orang bermodal cekak yang adu peruntungan dengan nyawa dan kehidupan kayak yang saya lakukan. Buanyak dan lebih hebat dan ngeri2 malah.

taken from jimsmuse.wordpress.com. show me your money hahahaha...ampun baangg..

Saya mulai paham dengan yang namanya pertaruhan hidup. Saya pribadi melakukannya. Karena hidup saya sudah saya pertaruhkan pada mimpi dan cita-cita. But that’s it. Cuma itu yang saya mampu dan mau pertaruhkan. Saya tidak akan mempertaruhkan sisa hidup saya yng lainnya seperti teman, sahabat, keluarga, dan cinta yang mendukung. Tapi kalo teman ato sahabat yang merong-rong dan merugikan mah buang aja he3..

Tapi kenapa ya banyak orang yang punya uang, pekerjaan bagus dan punya modal tapi malah mempertaruhkan teman, sahabat, keluarga dan cinta yang mereka punya untuk mengejar kepuasan2 yang bagi saya nggak jelas ya. Kenapa tdak mereka pertaruhkan saja materi mereka.

Istri ini mengorbankan suaminya untuk mengejar keinginan yang mungkin dia sendiri tidak tau itu apa. Dan suaminya sungguh suami yang baik. Bukan suami diktator dan otoriter. Teman ini mengorbankan teman dan sahabatnya sendiri dengan menyebarkan aib pribadi mereka demi menjadi center of the attention semua orang.
Kenalan ini meninggalkan keluarganya sudah 18 tahun demi memenuhi panggilan jiwanya sebagai lelaki yang perempuan. Suami ini, membohongi istrinya dan menjalin hubungan ilegal dengan rekan sekantornya namun beda profesi. Tapi toh laki-laki ini masih beristri. Entah ada apa dengan istrinya. Tapi toh itu bukan alasan.

Saya kok tidak paham ya. Kenapa mereka mengorbankan yang immaterial dan berharga itu demi sesuatu yang kurang saya mengerti. Apa saya aja yang terlalu naif dan konservatif ya??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s