A Quick look to Ambon city

sudah satu bulan lebih saya berada di ambon
tidak seperti yang dibayangkan sebagian besar orang di jawa, ambon tidak ndeso, tidak ketinggalan jaman dan tentu saja tidak irian jaya walo memang deket (dibanding jarak ambon-jawa)

angkot gampang. sampai jam 9 malam. jarak 5-8 kiloan paling rp.2000.dari tempat saya tinggal di batu koneng, sampe kota juga cuma rp.4000. jarak tempuh juga cuma 30 menit. sopir angkotnya nggak rese. kalo kurang ya minta tambah, kalo lebih ya dikembaliin meski kita keliatan kayak orang nyasar nggak tau mana-mana, dia juga nggak ngomel-ngomel *walaupun suara musik yang disetelnya kuenceng bener– biasanya kursi yang 4 terbuat dari soundsystem/subwoofer yang dilapis jok dan membuat betis berasa derrr derr derrr kalo duduk diatasnya*

Kalo nggak naik angkot bisa juga naik ferry, ato speedboat. yang saya sudah pernah sih speedboat.naik dari wayame rp.5000 perak. masuknya dari sebelum pom bensin wayame jalan ke arah laut. tunggu di saung2. speedboat baru jalan kalo penumpang minimal 15. speedboat muat sampe 30 orang bahkan kadang lebih *mas masrur katanya pernah naik diatap*

mengantrai sebelun naik speedboat yang ternyata keciiill

makan juga di sini murah. nasi ikan rp.8.000. nasi ayam rp.12.000. walo katanya nasi ikan,dan nasi ayam tapi isinya macem2 pake mie, sayur, tempe, nasinya dua kali porsi di jawa. kalo beli lauk tok murah banget karna yang mahal emang nasinya. ikan aja rp.2000-3000 sepotong wong pinggir teluk *dibandingkan sama warung biru di sendowo ikan bisa rp.9000 sepotong*

untuk internet juga nggak usah khawatir. telkomselflash cukup okay.100% lebih okay daripada di kost saya di kramat lontar, kecamatan senen dulu. karna kampung padat rumah bertingkat, jangankan HSDPA, gprs aja susah.Disini sinyal telkomselflash selalu full WCDMA-HSDPA.

orang-orangnya ramah dan welcome walo kadang agak cepat panas dan overreacted *maklum orang-orang pesisir, nggak di jawa, madura, ambon emang begitu karakternya -mungkin*
lagi pula orang di sini sudah berusaha keras untuk tidak mudah terpancing provokasi. mereka sudah pintar sejak kerusuhan selesai *katanya*.

yang jelas memang panasnya amit-amit. padahal ini musim hujan dan sering hujan.
tadi saja saya dipasar mardika hampir berhalusinasi saking puanasssnya dan bermandikan keringat mana haus capek jalan jauh *bedeh bedeh*

bagus tapi panasssss banget. i use nivea sunblock SPF 50++ every workday

so far so good lah asal nggak terlalu banyak tuntutan keluhan. terutama terhadap provider kesayangan saya yang belakangan ini nggak gitu support PJJ 😦

Advertisements

2 thoughts on “A Quick look to Ambon city

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s