Lucky Trip

tulisan ini sebenernya adalah ucapan terimakasih yang didedikasikan buwat mbak eby waliulu dan mas almas katibi. tentu buat mas mamung jugak. karna berkat mereka bertiga saya dan sodara hari cenat-cenut bisa mendapatkan pengalaman batin yang luar biasa selama libur panjang akhir 2010 kemarin.

hari jum’at (24/12) kemarin, saya, mbak ebi, mas almas, hari, mas mamung, pak joko, ibu joko (lupa namanya :D) terus mas iwan (sayang bukan iwan pacar saya) berlibur ke kabupaten seram bagian barat dan pulau2 kecil di sekitarnya.

teman-teman seperjalanan saya bilang saya dan hari beruntung karena baru 2 bulan di ambon sudah bisa keliling ke seram bagian barat mulai dari piru sampai muterin setengah pulau buano, dan mampir ke pulau kasuari. kata saya, saya memang sungguh beruntung. dua bulan yang lalu di jakarta saya sudah membeli banyak buku, download banyak acara suju2an, download e-book buanyak buat persiapan ngusir bosan di ambon. ternyata sampai di ambon semua nggak sempat di baca haghag. saya ketemu sama teman dan saudara2 baru yang menyenangkan yang nggak pernah saya bayangkan sebelumnya.

perjalanan saya, om mamung dan dek hari di mulai dari depan kantor lipi ambon tentunya. dari lipi di batu koneng kami ketemu sama mbak ebi dan mas almas di passo.

berawal dari depan kios-kios passo menunggu mas almas dan mbak eby

dari passo kami naik feri dari liang ke piru dipulau sbb.

naik feri ini dari pelabuhan feri liang ke piru. terakhir kali saya naik feri tahun 2001 kalo gag salah

dari piru kami dianter sama temen mbak ebi naik mobil sampe dermaga kapal motor lewat beberapa daerah salah satunya kotania *satu-satunya yang bisa saya ingat*.

naik kapal motor macem ini menuju ke pulau buano utara

kami naik kapal motor itu sekitar satu setengah jam’an sebelum sampai ke pulau buano. kami nginap semalam di rumah raja buano utara.

merapat ke dermaga pulau buano, wilayah buano utara 😀

paginya kami berkeliling memutari buano, naik body *kapal biasa, nggak ada atapnya dari fiber lebar sekitar 1,5 m panjang mungkin 15m*.

kapalnya cuma segede ini. menerjang ombak dilautan lepas brrrrrrr

dari buano utara kami melewati tanjung pamali, mampir ke daerah anauni,

di depan dusun anauni pulau buano utara 🙂

terus masuk ke selat valentin,

pintu selat valentin. katanya disebut gitu karna bentuk selatnya lope-lope iya gak sih? CMIIW.

ngelewatin desa-desa nelayan termasuk mampir ke pulau kasuari yang jangankan membayangkan, mimpi aja nggak pernah wong baru tau kemarin itu.

katanya bentuknya kayak kasuari makanya dinamain pulau kasuari

dari pulau kasuari kita makan siang ke naiselan

di naiselan nan puannaasssss

trus abis itu kami menuju ke waisala di pulau seram naik body berkejaran dengan hujan melewati ombak besar.

dagdigdug dikejar hujan badai

Malemnya kami mampir ke rumah bapak raja waisala, trus nginep semalem di wisma deket situ. Baru paginya kami pulang lagi ke ambon.

berkunjung ke rumah raja waisala

Perjalanan ini bukan perjalanan biasa buat saya. ini adalah pengalaman pertama saya yang menghabiskan 23 tahun di jogja dan 3 tahun di Jakarta. Pengalaman ngebolang menyusuri pulau-pulau kecil (yang jarang terdaftar dalam atlas yang biasa dipake anak sekolahan dan di googling juga susah), dengan moda transportasi kapal gede sampe kapal yang baru pernah saya liat langsung.

Tapi bukan hal itu yang luar biasa. Trip yang diprakarsai mas almas, mbak eby, mas mamung serta melibatkan saya dan hari kemarin benar-benar membuka mata saya terhadap kebesaran tuhan. Saya bukan anak kota banget. Di jogja juga banyak pantai yang bagus-bagus, di jawa juga banyak gunung dan obyek wisata alam lainnya. tapi suasana dan keindahan alam yang benar-benar membuat saya tidak berhenti mengucap subhanallah baru saya temui kali ini seumur hidup. Kalo aja kemarin saya jalan dengan orang lain, mungkin saya udah nangis-nangis melihat betapa mahakuasanya tuhan menciptakan hidup dan memberi kekayaan alam yang berlimpah untuk orang-orang di daerah yang bahkan sebagian besar orang Indonesia belum pernah dengar.

Saya benar-benar hilang kata untuk menjelaskan pengalaman batin kemarin. terlalu banyak. Rasanya mungkin saya terlalu bahagia sampe berkaca-kaca. Jadi bingung gimana nulisnya. Tapi saya tidak akan hilang kata untuk berterimakasih pada mbak eby, mas almas, mas mamung dan tentu dek hari cenat-cenut yang sudah membiarkan saya ikut dan bikin ribut =D

this is why i feel so lucky. thanks for bringing me to this place mbak eby mas almas dan mas mamung 🙂

Note: All photos by Mas Almast dan Mas Mamung 🙂

Advertisements

19 thoughts on “Lucky Trip

  1. perjalanan batin adalah perjalanan yang mahal. bahwa dgn melihat alam, kita sadar akan kecilnya kita di antara bumi Allah yang besar ini.

    dan bertemu dengan penduduk sekitar, mengajarkan kita ketangguhan dan syukur tak habis tentang kemudahan yang kita miliki namun masih saja bersanding dengan keluh.

    saya berkali kali ke tempat tempat seperti ini namun selalu saja merasa dijewer. Allah memang hebat.

    • iya, sebenernya aku juga merasa tertampar-tampar, melihat betapa tegarnya hidup orang-orang di pulau-pulau kecil yang kita kunjungi kemarin.

      lalu apa yang aku keluhkan dari hidupku yang serba gampang coba, haduh bener kata mbak eby, bener2 dijewer sama Allah. Untung jewerannya lembut 🙂

    • Total cost:

      *Bus Mardika-Liang : Rp. 10.000
      *Ferry Liang-Waipirit: Rp.12.000+ruang eksekutif Rp.5000
      *Angkot Waipirit-Piru: Rp.21.000
      *Motor boat Piru- Masika Jaya: Rp.0. padahal jauh banget.
      tapi karena diantar teman jadinya no cost 🙂
      *Masika Jaya-Buano: Rp.30.000
      *Body keliling Buano-Pulau Kasuari-Waesala:Rp 700.000 dibagi banyak orang. misal per orang 100.000
      *Sewa minibus dari Waesala-Piru: Rp. 800.000. misal per
      orang Rp. 100.000
      *Mobil dari Piru-Waipirit: dianter temen lagi
      *Ferry dari Waipirit-Liang: Rp. 12.000+ruang eksekutif
      Rp.5000
      *Angkot Liang-Ambon: Rp. 10.000
      *Makan waktu itu cuma abis Rp. 20.000-an

      Total: Sekitar Rp.350.000 lah. next time bisa tambah lagi

      kalo mo beli2 buat warga setempat =D

      PS: Ini sebenarnya harga teman sih, tapi kalo nggak harga
      teman juga mungkin cuma beda 100-200rb. Mungkin anggarkan
      aja per-orang 500.000. makin banyak orang makin irit.
      Bisa diliat juga di http://anugrha13.wordpress.com/2010/12/27/sepenggal-catatan-perjalanan/

      @mbak eby: kalo ada yang salah diralat ya mbak =D

  2. Pingback: Selat Valentine « muhamaze

  3. Assalamualaikum, nama saya Bachtiar Evendy.. Dengan Tidak Sengaja Saya Nemuin Gambar Ini Di Google.. Itu Gambar Nomer 4.. Pass Di Ujung Dermaga Itu Rumah Nenek Saya,, Waktu Saya Perlihatkan Kepada Bapak Dirumah, Bapak Senang Sekali,, Kalau Boleh Tau Nama Mas Siapa Ya?
    Kami Tinggal Di Samarinda,, 25 Tahun Yang Lalu Bapak Merantau Kesini.. Baru 1 Kali Saya Ikut Plg Kampung.. Kalau Bapak Sudah 3 Kali Semenjak Merantau Dan Terakhir Pulang Kampung Sehabis Lebaran Kemarin.. Gambar Yang Mas Ambil Itu Tepat Beberapa Hari Sebelum Kakek Saya Dirumah Itu Meninggal Dunia…
    Sekali Lagi Saya Mengucapkan Terima Kasih Banyak.. Karna Bapak Ataupun Saya Hanya Punya Sedikit Foto Kenang2an Disana,, Foto Dari Mas Ini Menambah Koleksi Kami Dirumah.

    • waduuhhh jadi terharu :((
      saia perempuan di foto pertama bernama nia mas 🙂

      itu foto yang motret temen saia namanya almas. diambil pas kami bareng-bareng temen2 maluku blogger ke seram, terus mampir ke buano utara.

      waw, nggak nyangka ada foto rumah neneknya mas Even di situ 🙂 kami sempat lewat mas, tapi nginapnya di rumah bapa raja.
      bagus banget emang di sana. masih alami banget. jadi pengen ke sana lagi T.T. cuma perjalanannya emang agak puanjang sih.

      sebenernya agak banyak sih mas foto2 yang dibuano ini, tapi banyakan ada tampang saia dan temen2 😀

      makasih banyak juga ya mas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s