Jawaban :D

akhirnya saya mendapatkan jawaban dari kegelisahan saya selama paruh bulan pertama 2011 kemarin.jawabannya saya dapet pas lagi ikut rapat tadi pagi. Sebenernya jawabannya sederhana: Sabar.

Saya lupa kalok saya orangnya memang nggak sabaran. grusah-grusuh. tabrak sana tabrak sini. nggak bisa diem. nggak bisa berhenti. kayak monyet kecil loncat sana menclok sini. kutu lompat yang mencelat kesana kemari. Maka satu yang harus saya latih adalah kesabaran. Dan seperti kata pak big bos saya tadi, semua buruh proses.

Saya baru inget. iya ya, kita kan nggak bisa pergi ke bulan pake becak. arrghh bodohnya saya. melihat yang terlihat didepan mata saja, tidak melihat apa yang terjadi dibelakang itu semua. hubungan sebab akibatnya.

Ah ya sudah. Problem Solved
Udah itu doang. kayaknya saya memang belakangan ini degradasi otak banget sampe melupakan berpikir secara dialektis.

 

Advertisements

Surem kah?

Kalau setiap bulan kinerja dan progress hidup saya dinilai, sepertinya pada bulan pertama tahun 2011 ini raport saya akan kebakaran. sampai dipertengahan bulan ini saya masih bengong aja tiap hari. Padahal biasanya dalam setiap tahun, bulan pertama adalah saat saya membuat rencana, resolusi dan target yang akan saya capai selama setahun, dan biasanya saya revisi di bulan ulang tahun saya yaitu juni.

Sepertinya memang saya mengalami kemunduran. baik itu pemikiran, motivasi maupun harapan penghidupan yang lebih baik. Biasanya saya akan menyalahkan status ke-PNS-an saya yang seringnya saya sinonimkan dengan ledha-ledhe dan lemah motivasi karena belenggu jenjang urut kacang. tahun pertama menjadi PNS tahun 2010 lalu sepertinya masih belum berasa, karena saya melewatkan 7 bulan pertama sambil mengerjakan thesis.

Tahun kedua PNS ini sepertinya saya mulai dengan agak suram karena sudah memasuki lingkungan ‘nyata’. dimana-mana rekan yang mengesalkan itu pasti ada. bos yang membuat kita ingin meninggalkan jejak hak sepatu kita di seluruh penjuru wajahnya juga pasti dimana-mana kita temui. tukang gosip yang nggak punya kerjaan itu di kantor manapun juga ada, cuma kalo di lingkungan PNS sepertinya jumlahnya semiliar lebih banyak dibanding di swasta. minimnya persaingan berdasarkan prestasi dan kepintaran itu dikantor PNS mana aja juga pasti ada. empowerment pegawai yang notabene bisa dibilang wrong man in the wrong place itu juga jamak dimana saja. Yang merasa sebal karena menjadi second line, pemain cadangan, atau bahkan tidak terlihat itu dimana-mana ada.

Jadi masalahnya bukan di saya. dan yang menderita macem saya juga bukan saya aja. banyak teman seprofesi saya baik di lembaga sama maupun luar lembaga saya yang jauh lebih menderita. Jadi sekali lagi masalahnya -seharusnya- bukan di saya. Saya toh masih beruntung. Sangat beruntung. Saking beruntungnya, saya terjebak dalam zona nyaman yang berbahaya.

Seperti kata haruki murakami: pain is inevitable, suffering is optional a.k.a sakit itu pasti, menderita itu pilihan. Salah satu teman saya yang cita-citanya pengen dapet nobel menterjemahkannya dengan analogi lain, gaji sedikit itu memang menyakitkan, tapi pilihannya mau menderita di jakarta atau di ambon?. Anehnya, saya tidak merasa sakit atau menderita. tapi tiba2 drop aja. bahaya banget ya zona nyaman ternyata.

Sebagian orang berharap remunerasi akan merubah segalanya. tapi sejak dulu saya memang tidak suka berharap. saya berharap semangat saya datang lagi sekarang, bukan pas remunerasi *udah keburu bodo saya*. Pacar saya bilang, saya sekarang agak tulalit dan gak semangat. katanya gara-gara keseringan liat sinetron *padahal saya cuma nonton amira doang itu juga gara-gara nemenin bu kost*. Padahal dulu pas masih aktip nontong jepang2an, suju-sujuan, snsd, 2pm dan variety show korea lainnya saya semangat dan hidup *trus saya jadi inget pelajaran bahasa jepang yang menguap entah kemana, masa-masa tidak produktif di kantor dan di rumah setengah bulan ini*. OmG! saya harus bangun.

Yang lain sudah terbang, saya masih bangun tidur T.T

Saya sangat ingat kata-kata farhan di 3 idiots: kalau teman kita gagal, kita sedih. tapi kalau teman kita lebih berhasil dari kita, kita jauh lebih sedih.

aall iz well, aall iz well. katanya rancho :D. kalo all too well jadi bego lama-lama. taken fromsharasqif.blogspot.com

Kurang lebih itu juga terjadi sama saya. Teman saya sukses. sangat sukses sesukses suksesnya sukses, sukses banget. apa yang dia raih adalah semua mimpi saya *mimpi saya banyak, tapi ini yang paling*. Kerjanya tidak beda dari saya. bedanya dia sudah beristri dan beranak *usia lebih muda dari saya*. Bedanya, selain faktor genetika superior *bukan masalah utama* dan faktor X lainnya, dia fokus. Dia fokus sejak dari kecil, dan terus menggenggam mimpinya. Pekerjaannya bukan karirnya. Dan dia terus melakukan itu. Sedih saya bukan karena iri. tapi karena sebenarnya saya bisa melakukan hal yang sama tapi tidak saya lakukan *pemikiran klasik orang gagal hiks*

Sudah ada dua orang pakar yang mengatakan hal yang sama, dan satu orang yang membuktikan bahwa your job is not your career. saya selalu lupa hal itu. selalu lupa. saya baru ingat ketika diberi sentilan oleh Allah. dan setelah itu saya lupa lagi. saya harus ingat kata-kata dosen saya yang juga mentor saya bahwa pilihan pekerjaan yang saya pilih berarti : a total suicide for my career and the growt of my science

oleh karena itu saya harus merapal mantra ini : your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career,

AAAAARRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

getting something or i’ll go

itu yang saya pikirkan setelah saya take a snap look to my new book entitled firebelly, dan tadi bertanya kepada seorang senior di tempat kerja, apa yang sudah anda dapat selama 5 tahun bekerja *tentu saja pengalamannya sudah banyak*

saya tidak pernah membayangkan bisa bekerja di tempat yang sama lebih dari 2 tahun. i’m a runner. i run for everything i should catch. i’m also a jumper. i want to jump higher and higher.dan tak lupa, i’m a dreamer. a full time dreamer.

tentu saya bukan sepenuhnya penganut paul arden yang bilang jangan terlalu lama bertahan di satu pekerjaan. tapi saya sependapat dengan quote-nya: ajukan pengunduran diri jika orang-orang selalu menolak ide-ide anda dan apa yang anda tawarkan. If you are good, and you are right to the job, your resignation will not be accepted.

paul arden book’s whatever you think, think the opposite hal 103 *kok tanganku jadi kayak jempol kaki?*

that’s it that’s what i’m gonna do

buku ini saya beli memang setelah saya keluar dari kontan dan memutuskan untuk kuliah s2 .buku ini memberi nuansa gloomy jika anda membelinya tepat diposisi dan waktu yang sama dengan saat saya membeli *efeknya baru terasa lama setelah anda kebanting-banting dan menyesal setengah mati setelah resign, meski bukunya provoke anda untuk resign*

saya merasa banyak benarnya kata-kata di buku ini. salah satunya adalah lebih baik menyesali apa yang telah anda lakukan daripada menyesali apa yang tidak anda lakukan.
saya memang dulu pernah sangat menyesal keluar dari kontan. saya sudah sangat nyaman di sana. rekan kerja menyenangkan, pekerjaan sesuai jurusan, gaji besar. tapi saat ini, saya pasti akan jauh sangat-sangat menyesal jika saya tidak keluar dari sana. i get more than i could imagine i could do by now after resign.

demikian pula saat memutuskan untuk masuk lipi dan meninggalkan semua kesempatan yang sudah di depan mata dan orang-orang yang fully support saya. saya lebih baik menyesal masuk lipi daripada bertahan dalam situasi nyaman yang sudah saya dapat.

sekarang saya masih berada di zona tidak nyaman. saya merasa masih harus beradaptasi banyak dan belajar banyak. tapi kalo saya sudah nyaman, saya pasti berpikir akan kembali pergi. nyaman itu kalo saya sudah nggak ngapa-ngapain, nggak ada kerjaan, kerjanya tidur, dan nggak produktif.

jika sampai dalam jangka 1 tahun ke depan saya di ambon tidak dapat apa-apa, tidak menulis apapun itu artikel, cerita, blog, tidak membuat program, bahasa inggris makin jelek, tidak kunjung menguasai bahasa jepang, nggak apply beasiswa, ide saya tidak diterima, tidak membuat kajian meski saya bukan peneliti, pokoknya tidak menghasilkan progress apa-apa, satu tahun kedepannya pasti saya sudah masuk RSJ karna setres.that’s why geting something or i’ll go.

mungkin orang normal heran apa enaknya jadi kutu loncat kerja sana menclok sini nemplok sana. but if u are an absorber and full time learner, you’ll know. hampir semua orang advertising dan marketing pasti tau. sumur ide dan sumber ilmu yang kering tidak bisa dijadikan tumpuan.

ah semoga saja semangat ini hidup sampai kapanpun.
tuhan tentu tidak akan mengutuk jika rejeki yang diberikannya pada manusia dilepas untuk mengejar yang mungkin lebih sedikit, karena tuhan menciptakan manusaia dan otaknya untuk terus berkembang. kalo enggak, buat apa ada headhunter kan kekekekeke *jangankan kroco, yang head aja masih di hunt*

just like reenee and my dad said, your job is not your career, and money isn’t everything.

hahahahah tentu saja ini cuma omong besar aja. kenyataannya mana saya tau. sapa tau kalo punya suami anak cucu cicit semua berubah
however, that’s the spirit 😀
manny

mikir terus

Saya adalah orang yang tidak bisa berpikiran kosong. Akibatnya, setiap harunya saya harus menyibukkan diri dan memikirkan hal-hal yang berat *kalo nggak ada yg berat ya yang ringan diberat2in*. Karna kalau tidak, saya akan jadi gila. Ketika pikiran kosong saya cenderung untuk memikirkan yang tidak-tidak, mendramatisir pikiran itu dan kemudian membawa saya kepada tendensi untuk menjadi depresi.

Seperti kata buku la tahzan. Pikiran yang kosong adalah tempat yang paling menyenangkan bagi tentara setan. Ketika pikiran kosong setan akan masuk dan merasuki pikiran kita. Sehingga kita memikirkan hal-hal yang buruk dan hal yang tidak-tidak. Menghkawatirkan sesuatu di masa lalu yang buruk dan mencemaskan masa depan yang tidak pasti.

Sementara itu, kata mas halim dalam sebuah status fesbuknya: Ketika merasa khawatir, kita akan mendapatkan banyak skenario yang sangat kreatif dan sering kali gila untuk memperbesar kekhawatirannya.

Untuk mencegah pikiran saya kosong, saya biasanya membaca, mencari makna dan menulis. Itulah mengapa saya sangat menyukai buku spiral dan komunikator serta netbook yang sangat handy. Saya bisa menulis apa saja yang saya mau.

buku spiral terbaru saya. depannya gambar babi pink. saya selalu suka buku spiral 😀 i can write almost everything on it. juga pigmen ink snowman drawing pen permanen. i can write almost everything with it

Indikasi kalau pikiran saya kosong adalah saya tidak sedang mengerjakan sesuatu, tidak ada buku yang bisa dibaca, sedang bosan, dan saya memainkan minigames dari gamehouse berulang kali dengan pikiran kosong. Kalau sudah begini, saya pasti akan memikirkan hal yang tidak-tidak. Tapi setidaknya sekarang saya sudah tau pola saya. Sehingga ketika saya mulai bengong, saya tidak akan membiarkan my maind play trics on me atau tentara setan masuk ke kepala saya. Mending sekarang ngeblog aja. Nulis apapun yang bisa ditulis 🙂 semogaa…..