being analog for a while

Lama banget gak update blog.
Belakangan ini saya sangat menikmati ‘me-time’ versi analog. Saya nggak bukak FB berhari-hari-hari kecuali buwat maen restaurant city doang. nggak bukak blog sama sekali dan nggak bukak imel haghag.

walaupun dosen saya dulu sudah menanamkan pentingnya information comunication technology (ICT), dan betapa orang komunikasi harus menguasai teknologi media, saya tetep aja nyaman menjadi manusia analog ahihihihik. yah, saya masih buka kompas.com dan detik.com sih, biar nggak ketinggalan gosip. tapi hari-hari biasa yang saya lakukan adalah ini:

dua minggu ini saya membaca dan memotongi berita-berita menarik di kompas. analog banget. lebih gampang klik and save dari portalnya. but this is fun. i collect almost 50 articles 🙂

pada dasarnya saya memang cenderung ke analog. jam tangan aja saya pilih jam tangan analog punya bapak saya pas beliau kuliah daripada jam digital yang underwater-bisanyala digelap-gelapan-whatsoever. masalahnya jam digital dengan presisi waktu yang akurat hingga ke detik, anaknya detik dan cucunya detik itu menyiksa saya haghag. toh saya bukan timer di terminal hawhaw. ini kan masalah selera aja. kalo dikasih jam digial juga saya nggak nolak 🙂

my beloved analog watch. awet n klasik boooo’

trus untuk pembukuan keuangan, saya lebih suka pake buku tulis biasa yang saya garisin sendiri. pacar saya bilang mending pake microsoft exel aja. tapi saya mikir kalo exel gak bisa dicoret2 pake pensil warna, lah nanti pensil warna color pep’s saya nggak kepake dong. trus harus buka-buka netbook lagi. ribet. nggak bisa dibolak-balik dan dilipet sambil geleng-geleng kepala atau senyum-senyum haghag. alasan yang sama kenapa saya mending beli buku berkilo-kilo dan mahal ketimbang e-book yang bisa donlot gratis ato copy printscreen di google-book.

saya masih memakai cara konvensional. membagi fix cost dan variable cost dalam buku catatan dan mewarnai yang sekiranya shocking 😀

Hagz. bukannya digital nggak bagus. mp3 lebih awet daripada kaset. atm adalah salah satu penemuan brilian sepanjang masa. kamera pocket digital lebih praktis dibanding kamera SLR analog yang manual banget. gps lebih oke daripada kita gelar peta dijalanan buat nemuin lokasi tertentu. Biar kata marshall mcLuhan, technology is extension of man (1964) dan digitalisasi adalah extention of man juga, tapi kalo masih nyaman analog ya gak masalah kan?.sama seperti alasan drew barrymore nggak punya twitter *mid 2010 nggak tau sekarang dah punya belom*, katanya: twitter?i don’t think that we are that far, alias saya merasa jarak kita belum sejauh itu untuk dikoneksikan dengan twitter. kalo alasan saya nggak aktif twitter ya karna selain saya analog ya karna emang belom paham aja makenya, jadi nggak menikmati, trus nggak ada apikasi game-online-nya akakak.

ah. terserah saja. mungkin saya terlalu muak dan masih trauma dengan ratusan e-journal tentang konvergensi media yang bikin keriting dan belom semua saya baca demi tesis saya *6 bulan berlalu masih bikin emosi*. akhirnya saya harus banting setir ganti judul. makanya saya nggak suka digital haghag. bagaimanapun kalo masih nyaman dengan analog, dan selama tidak berhubungan dengan alat kesehatan dan the survival of human being, biarkan yang digital itu. kalo harganya sudah kebanting. terinjak-injak, turun sampe ke kerak bumi., baru deh dipake hehehe.

Advertisements

Lucky Trip

tulisan ini sebenernya adalah ucapan terimakasih yang didedikasikan buwat mbak eby waliulu dan mas almas katibi. tentu buat mas mamung jugak. karna berkat mereka bertiga saya dan sodara hari cenat-cenut bisa mendapatkan pengalaman batin yang luar biasa selama libur panjang akhir 2010 kemarin.

hari jum’at (24/12) kemarin, saya, mbak ebi, mas almas, hari, mas mamung, pak joko, ibu joko (lupa namanya :D) terus mas iwan (sayang bukan iwan pacar saya) berlibur ke kabupaten seram bagian barat dan pulau2 kecil di sekitarnya.

teman-teman seperjalanan saya bilang saya dan hari beruntung karena baru 2 bulan di ambon sudah bisa keliling ke seram bagian barat mulai dari piru sampai muterin setengah pulau buano, dan mampir ke pulau kasuari. kata saya, saya memang sungguh beruntung. dua bulan yang lalu di jakarta saya sudah membeli banyak buku, download banyak acara suju2an, download e-book buanyak buat persiapan ngusir bosan di ambon. ternyata sampai di ambon semua nggak sempat di baca haghag. saya ketemu sama teman dan saudara2 baru yang menyenangkan yang nggak pernah saya bayangkan sebelumnya.

perjalanan saya, om mamung dan dek hari di mulai dari depan kantor lipi ambon tentunya. dari lipi di batu koneng kami ketemu sama mbak ebi dan mas almas di passo.

berawal dari depan kios-kios passo menunggu mas almas dan mbak eby

dari passo kami naik feri dari liang ke piru dipulau sbb.

naik feri ini dari pelabuhan feri liang ke piru. terakhir kali saya naik feri tahun 2001 kalo gag salah

dari piru kami dianter sama temen mbak ebi naik mobil sampe dermaga kapal motor lewat beberapa daerah salah satunya kotania *satu-satunya yang bisa saya ingat*.

naik kapal motor macem ini menuju ke pulau buano utara

kami naik kapal motor itu sekitar satu setengah jam’an sebelum sampai ke pulau buano. kami nginap semalam di rumah raja buano utara.

merapat ke dermaga pulau buano, wilayah buano utara 😀

paginya kami berkeliling memutari buano, naik body *kapal biasa, nggak ada atapnya dari fiber lebar sekitar 1,5 m panjang mungkin 15m*.

kapalnya cuma segede ini. menerjang ombak dilautan lepas brrrrrrr

dari buano utara kami melewati tanjung pamali, mampir ke daerah anauni,

di depan dusun anauni pulau buano utara 🙂

terus masuk ke selat valentin,

pintu selat valentin. katanya disebut gitu karna bentuk selatnya lope-lope iya gak sih? CMIIW.

ngelewatin desa-desa nelayan termasuk mampir ke pulau kasuari yang jangankan membayangkan, mimpi aja nggak pernah wong baru tau kemarin itu.

katanya bentuknya kayak kasuari makanya dinamain pulau kasuari

dari pulau kasuari kita makan siang ke naiselan

di naiselan nan puannaasssss

trus abis itu kami menuju ke waisala di pulau seram naik body berkejaran dengan hujan melewati ombak besar.

dagdigdug dikejar hujan badai

Malemnya kami mampir ke rumah bapak raja waisala, trus nginep semalem di wisma deket situ. Baru paginya kami pulang lagi ke ambon.

berkunjung ke rumah raja waisala

Perjalanan ini bukan perjalanan biasa buat saya. ini adalah pengalaman pertama saya yang menghabiskan 23 tahun di jogja dan 3 tahun di Jakarta. Pengalaman ngebolang menyusuri pulau-pulau kecil (yang jarang terdaftar dalam atlas yang biasa dipake anak sekolahan dan di googling juga susah), dengan moda transportasi kapal gede sampe kapal yang baru pernah saya liat langsung.

Tapi bukan hal itu yang luar biasa. Trip yang diprakarsai mas almas, mbak eby, mas mamung serta melibatkan saya dan hari kemarin benar-benar membuka mata saya terhadap kebesaran tuhan. Saya bukan anak kota banget. Di jogja juga banyak pantai yang bagus-bagus, di jawa juga banyak gunung dan obyek wisata alam lainnya. tapi suasana dan keindahan alam yang benar-benar membuat saya tidak berhenti mengucap subhanallah baru saya temui kali ini seumur hidup. Kalo aja kemarin saya jalan dengan orang lain, mungkin saya udah nangis-nangis melihat betapa mahakuasanya tuhan menciptakan hidup dan memberi kekayaan alam yang berlimpah untuk orang-orang di daerah yang bahkan sebagian besar orang Indonesia belum pernah dengar.

Saya benar-benar hilang kata untuk menjelaskan pengalaman batin kemarin. terlalu banyak. Rasanya mungkin saya terlalu bahagia sampe berkaca-kaca. Jadi bingung gimana nulisnya. Tapi saya tidak akan hilang kata untuk berterimakasih pada mbak eby, mas almas, mas mamung dan tentu dek hari cenat-cenut yang sudah membiarkan saya ikut dan bikin ribut =D

this is why i feel so lucky. thanks for bringing me to this place mbak eby mas almas dan mas mamung 🙂

Note: All photos by Mas Almast dan Mas Mamung 🙂

harimau putih india

buku ini saya beli di gramedia ambon plaza hari minggu lalu. alasannya ceritanya tentang india oleh penulis india, terus covernya bagus, dan terutama ada komentar reviewer dari USA Today yang bilang merasa tertendang di kepala setelah membaca buku ini.

secara keseluruhan sih bagus. aravind menjual cerita gelap india yang memang sungguh mengenaskan. aravind menggambarkan sisi kelam india baik itu kotanya, sistem politiknya yang demokrasi parlementer, menceritakan tentang betapa miskinnya dan menyedihkannya orang india, juga mengilustrasikan dengan jelas posisi laki-laki dalam keluarga miskin India, dan terutama bagaimana seluruh india hidup dalam satu sistem. sistem kandang ayam, dimana 0,1% orang india menginjak 99,99 % orang india lainnya.

cover the white tiger by aravind adiga. bagus 😀

sensasi menendang kepala yang dikatakan oleh reviewer USA Today memang tidak main-main -kalau kita hidup di amerika-, tapi kalau kita hidup di Indonesia, ya nggak nendang kepala banget, mungkin cuma kayak ditoyor aja. soalnya pas jaman saya kecil tipi-tipi indo sering nyiarin felem india yang ceritanya tentang perlawanan rakyat jelata pada tuan tanah yang namanya tuan takur.

Bagusnya, kalo orang indonesia baca novel ini, mungkin mereka akan merasa beruntung hidup di indonesia semiskin apapun. aravind tidak memberitahu pembacanya india jaman apa yang dia kisahkan. tapi dari awal cerita, novel ini berwujud e-mail yang dikirimkan oleh si white tiger kepada wen jiabao. Wen jiabao sendiri masa jabatannya di Cina sana tahun 1998-2003. Jadi mungkin setting waktunya sekitar itu.

Mungkin ceritanya bisa saja tidak relevan dengan kondisi india sekarang, terutama setelah ada lahksmi narayan mittal dengan raksasa bajanya yang bahkan mulai menancapkan kuku di Indonesia dan juga setelah adanya tata group, dan berpuluh-puluh milyuner india yang mulai tercantum dalam list orang terkaya di dunia versi forbes. Bisa saja tidak relevan, tapi bisa juga relevan.

Terlepas dari semua itu, novel ini terlalu suram untuk orang amerika-an. mungkin, orang indonesia lebih paham. novel ini nggak susah dibaca. satu hari selesai dan tidak ada banyak paragraf yang bisa dijadikan qoute of the day saya. tapi kalo ingin tau tentang kehidupan india yang sebenar-benarnya, novel ini sungguh berani mengungkap sisi-sisi terkelam india.

saya mikir emangnya nggak papa ya si penulis ini nulis gitu. tapi saya mikir lagi, dengan sistem kandang ayam india, mungkin gak masalah. sama seperti balram si tokoh utama novel, mungkin aravind akan tenggelam -dalam arti tersamar- oleh miliaran penduduk india lainnya.

Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng

Petter adalah seorang anak yang penyendiri. Dia adalah anak pintar yang tidak menganggap dirinya sendiri pintar. Petter merasa pada kehidupan sebelumnya dia adalah taman bermain Tivoli seisinya. Sejak kecil hingga besar, imajinasi Petter berlimpah-limpah. cerita demi cerita muncul dalam benaknya. terkadang semua itu sangat mengganggu sehingga Petter harus mengosongkan suara-suara dalam kepalanya melalui tulisan.

Petter selalu ditemani oleh pria kecil bertopi laken yang tingginya semeter. Pria ini tadinya ada dalam mimpi Petter, tapi suatu hari Petter tidak pernah menjumpai lelaki ini dalam mimpi. Dia ada ketika Petter bangun, berdiri dan mengikuti Petter kemanapun Petter pergi. Hanya Petter yang bisa melihatnya. Pria ini selalu mengikuti Petter hingga Petter tua dan menjadi pria penjual dongeng yang bagai laba-laba, memintal jaring para penulis di wilayah skandinavia dan beberapa wilayah dunia lainnya.

Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng by Jostein Gaarder. lagi-lagi covernya jelek 😦 gimana sih ilustratornya

Petter adalah tokoh utama dalam cerita karangan Jostein Gaarder yang berjudul Putri Sirkus dan Lelaki Penjual dongeng. Diantara novel-novel jostein gaarder yang sudah pernah saya baca seperti dunia sophie dan misteri soliter, novel ini adalah karangan gaarder yang paling saya suka. ceritanya tidak serumit dan seberat dunia sophie dan tidak sehambar misteri soliter *terus terang membaca misteri soliter setelah membaca dunia sopie membuat misteri soliter garing dan basi*

Gaarder di dalam cerita ini menggambarkan dunia dan kehidupan penulis, orang-orang yang ingin menjadi penulis serta menyindir mereka. melalui sudut pandang Petter, garder menggambarkan sosok penulis ideal maupun penulis yang sok idealis menurutnya. Kalo saya sendiri sih merasa tersindir oleh beberapa paragraf-paragraf gaarder mengenai penulis. ehhmmm bukan tersindir sih, tepatnya tergugah. begini salah satu paragrafnya:

Banyak pemula kekurangan sesuatu yang sangat mendasar, contohnya pengalaman hidup. Inilah miskonsepsi postmodern: anda dapat terlebih dahulu menulis dah hidup sesudahnya. Banyak anak muda yang ingin menjadi penulis ternama karena mereka ingin dapat hidup sebagai penulis. Ini ibarat meletakkan pedati di depan kuda penarik. Anda harus terlebih dahulu hidup, kemudian sesudahnya barulah memutuskan apakah anda punya sesuatu untuk disampaikan. Kehidupan itu sendiri adalah sebuah faktor yang sangat menentukan. Menulis adalah buah kehidupan. Kehidupan bukan buah dari penulisan.

waw, kereeennn. menurut saya paragraf ini dan novel ini secara keseluruhan bisa dijadikan sebagai cambuk bagi para calon penulis mengenai sekilas kehidupan penulis. Secara garis besar, novel ini selera saya banget. kalimat dalam alineanya ringkas, tidak beranak pinak. dan yang paling saya suka novel ini tidak menunjukkan afeksi berlebih baik dalam tulisan maupun cerita antar para tokohnya. semua cenderung flat dan tidak memancing emosi berlebih.

Seperti novelnya yang lain, gaarder tidak membuat tulisan yang meliuk-liuk dan berbunga-bunga. dalam novel ini sepertinya gaarder ingin pembacanya menangkap alur maju-mundur dan inti dari buah pikirannya. Oleh karena itu gaarder tidak membuat pembacanya terkuras emosinya *seperti dalam perahu kertas-nya dee* tapi melupakan alur dan buah pikirannya yang penting *nggak tau juga sih, atau gaarder yang mungkin tidak pintar berafeksi seperti Petter*

Saya setuju sekali dengan coment dari the Herald:
Putri sirkur mengukuhkan status Gaarder sebagai salah seorang penulis Skandinavia paling menonjol, sekaligus sebagai seorang novelis dan pendongeng yang andal.

Jujur novel ini memang luar biasa brilian *tentu saya bilang begini karna novel ini selera saya banget*. Meskipun ending yang menghubungkan antara putri sirkus dan lelaki penjual dongeng ini benar-benar ending yang paling tidak saya suka sedunia, tapi novel ini tetap memiliki magismo buat saya. Saya sendiri mungkin akan mulai yakin kalau sebelum lahir, Gaarder memang adalah taman bermain Tivoli dan seisinya.

Firebelly

Akhirnya selese juga baca firebelly karangan J.C. Michaels. i must admit that i’m a slow reader *bukan karna saya nggak paham-paham, tapi karna saya suka sekali membaca satu paragraf berulang-ulang sampe feelingnya masuk kekeke*

Awalnya novel firebelly yang bernafaskan filsafat ini ruwet banget. apalagi pendahuluannya ada tiga. pengantar anak-anak, pengantar remaja, pengantar dewasa. Pengantarnya nggak ada hubungan sama sekali sama cerita firebelly. Kata Michaels sih buat pemanasan. tapi setelah saya baca emang pendahulan ini kayak simulator yang ada di game rollercoaster tycoon itu. jadi calon penumpang rollercoaster dimasukin ke simulator yang ngocok2 perut sebelum masuk ke roller coaster beneran. sama, pengantar ini memang bikin kening kerut merut pas baca. tapi pas udah baca, ternyata isi ceritanya nggak seruwet pendahuluannya.

Awal saya baca, saya seperti sedang membaca novel josteein garder yang judulnya “putri sirkus dan pria penjual dongeng”. terutama bagian bagaimana Michaels berbicara tentang mimpi yang bisa dikendalikan. Sama seperti gaarder ketika menceritakan tentang mengendalikan mimpi. bagaimana sang tokoh sulit membedakan antara kejadian nyata yang benar-benar terjadi di masa lalu dengan kejadian yang hanya khayalan dan mimpi saja.

Tapi cuma di situ saja, sih kemiripannya. Awal tok. Mulanya saya meremehkan J.C. Michaels dan novelnya ini, karna saya emang belum pernah denger dan pada sampul tidak terlalu mengumbar winner ini itu, best seller ini itu dan review menarik dari koran-koran besar. Tapi setelah baca, ternyata saya dan Michaels mempunyai selera yang nggak jauh beda. sama seperti yang suka novel-novel filsafat lainnya, pasti baca juga atau paling tidak tertarik pada Jean-Paul Sartre, Martin Heidegger, dan kawan-kawannya. Nah Michaels dengan gamblang menunjukkan warna-warna para penulis dan pemikir itu dalam bukunya. Bahkan di catatan akhir, Michaels memamerkan influencer dari novelnya mulai dari Gabriel Gale sampe Dostoyevsky (dua nama yang baru saya dengar T.T). Saya salah nilai. saya sudah menjudge dari cover.

firebelly by J.C. Michaels. Covernya nggak menjanjikan. Tapi isinya bagus 😀

secara garis besar, firebelly menceritakan katak asia jenis bombinatoridae yang biasanya disebut oriental firebelly toad bernama MP dan perjalanannya dalam memutuskan jalan hidup. Personifikasi Michaels terhadap katak sungguh bagus. cara menggabungkan dengan tokoh-tokoh manusia dalam cerita juga lumayan okay. walo saya lebih suka murakami dalam mempersonifikasi kucing *mungkin masalah persepsi saya terhadap kucing dan katak*.

Novel ini cukup sederhana pada dasarnya. Masalah yang dihadapi tokoh-tokohnya juga sebenarnya masalah sederhana yang dihadapi manusia kebanyakan. Namun sudut pandang katak dan manusia seperti claire, ayah caroline, pak levante dan tentu katak tua dan MP yang dipersonifikasi dalam memutuskan dan menilai permasalahan sederhana itu yang tidak sederhana dan sungguh bagus. Ceritanya berkisar pada masalah yang selalu dihadapi oleh manusia : pilahan untuk tetap di zona nyaman atau keluar dari zona nyaman; tetap terikat dan terkurung atau menjadi liar dan bertualang.

ada begitu banyak paragraf dan kata bagus yang bijak dalam novel ini. Tapi yang paling saya suka adalah perkataan katak tua kepada MP ketika masih di toko binatang peliharaan.

” Kalau kamu hidup di luar, dengan cepat kamu akan belajar untuk melindungi dirimu sendiri. Mula-mula kamu akan melompat untuk menghindari setiap bahaya, tapi kamu akan segera menyadari tidak ada tempat yang selalu aman. Sebenarnya hanya ada satu yang bisa kamu lakukan, terutama ketika bahaya mengintaimu dari setiap sudut…Sangat sederhana..Diam saja”

Good job J.C . Michaels 😀

Tentang Cyworld

artis-artis korea selatan pasti pada punya mini-hompy dan tergabung ke cyworld. mulai dari semua anggota suju sampe pasangan WGM favorit saya jo-kwon dan ga-in juga punya mini-hompy. mereka lebih rajin up-date info mereka sendiri di situ dari pada twitter, apalagi fb, jarang banget yang punya fb. sebelnya, mini-hompy mereka pake hangeul T.T

saya penasaran banget sama cyworld. pas kebetulan saya buka-buka lagi buku yang saya beli di di kampus pas nyusun tesis kemarin, ternyata ada 1 chapter tentang cyworld. Judul bukunya uses of blogs, editornya axel bruns sama Joane Jacobs. terus si penulis cyworld ini namanya Jaz Hee-Jeong Choi *wedew jangan2 sodaranya siwon choi ni :D~ *

Hee-jeong, mengadakan penelitian tentang cyword dan konteks kulturalnya di Korea Selatan terutama untuk para pemuda di-sana. mungkin yang jadi dasar adalah statement dari Presiden SK Telecommunications, Hyun-oh Yoo yang pada tahun 2005 bilang kalo 90% dari pengguna internet yang berumur duapuluhtahunan adalah anggota cyworld.

Para anggota cyworld *kata wikipedia refer to cyber world* ini masing-masing punya akun miny-hompi. Mini-hompy adalah home page gratis yang udah dicostumaize untuk para cyworld user. mini-hompy mengkombinasikan blog pribadi, dan multimedia website yang interaktif. Fungsinya sama kayak blog pada umumnya. dengan adanya mini-hompy ini, korea selatan yang penduduknya cuma sekitar 48 juta-an ini menjadi negara yang memiliki blogger terbanyak kedua di-dunia. Satu-satunya yang bisa mengalahkan jumlah blogger di korea selatan cuma amerika serikat yang penduduknya berlipat-lipat kali penduduk korea selatan.

ini kalo kita pertama kali mo sign in ke cyworld. taken from cyworld.com

pada dasarnya cyworld adalah online-community. yang membuat penggunanya betah adalah, tidak ada limit yang membatasi muatan miny hompy. meski sekali posting maksimal file yang bisa di upload cuma 2MB.

Menurut hee-jeong, keunikan cyworld adalah pada fungsinya yang tidak hanya merangkul tradisi kolektif korea selatan, namun juga meningkatkan perilaku individualisme pada budaya korea selatan kontemporer. Di korea selatan, self-expression atau melontarkan pendapat pribadi bukanlah tradisi yang cukup didukung oleh konsep bermasayarakat secara kolektif korea utara. Keterbukaan dianggap memicu penyimpangan individu yang akhirnya mengganggu keharmonisan kelompok/kolektif.

Dengan cyworld, tradisi tersebut mulai berubah. Mungkin tidak jauh beda dengan fenomena FB di Indonesia. Tiba-tiba semua orang yang biasanya tertutup mulai curhat lewat status2nya.

pada dasarnya cyworld emang bisa dibilang gak jauh juga kayak FB. di cyworld ada hubungan yang disebut 1-chon relation. Pada dasarnya chon dalam masyarakat korea selatan adalah tingkat keterhubungan dalam hubungan darah. Misal suami istri = 0-chon. Terus orang tua dan anak = 1-chon. kakek sama cucu= 2-chon dst. Kalo dalam cyworld, virtual I-chon terbentuk melalui “invite dan accept” teman. kalo invetenya di accept terus si inviter dan yang accept itu jadi 1-chon.

Beda dengan domain-domain blog lainnya yang cuma butuh alamat imel dan user name beserta paswordnya untuk gabung, kalo cyworld ini butuh nama asli dan korean resident identification numbers *kayak ktp kali ya, it means non korean ga bisa gabung cyworld*. :ktp” ini diverifikasi dulu baru bisa masuk jadi member cyworld.

Bedanya lagi dengan blog pada umumnya, di cyworld ini ada yang namanya fitur conten scrap. jadi pemilik mini-hompy boleh nye-scrap alias menukil alias ngopi alias ngambil konten dari mini-hompy orang lain atau temannya dengan bebas terus dipajang di mini-hompy mereka sendiri. scrap ini disebut peogada. kalo nyecrap ini gak perlu ada izin dari yang punya konten atau penulisnya , langsung ambil-ambil aja. cuma, dikonten asli yang discrap tertinggal hyperlink miny-hompy yang nyecrap. lalu di tiap konten itu kelihatan udah berapa kali konten di scrap dan hyperlink mini-hompy yang udah pernah nyecrap.

cyworldnya kim heechul. taken from http://www.cyworld.com/yuri9doo.

sama seperti blog-blog atau social network pada umumnya kalo identitas yang on-line merupakan identitas yang dikonstruksikan sendiri oleh usernya. jadi identitas yang ada pada miny-hompy bisa jadi bukanlah identitas orang itu di dunia nyata, namun konstrusi identitas yang dia ciptakan, yang ingin di share kepada orang-orang di dunia maya.

Kayaknya panjang bener. segini aja dulu sekilas cyworld. konklusi hee-jeong, tanpa diragukan lagi cyworld adalah salah satu moda komunikasi konvensional masyarakat modern yang menempatkan penggunanya pada kewajiban sosial untuk selalu sign-in. Diwaktu yang sama, keberadaan cyworld bukanlah sebagai alternatif atau alat komunikasi yang benar-benar baru, namun lebih sebagai perpanjangan dari metode komunikasi dari kebudayaan pemuda-pemudi di kutur Korea selatan saat ini.

Source: Living in Cyworld:Contextualizing Cy-Ties in South Korea, Jaz Hee-jeong Choi;
Dalam Uses of Blogs. Bruns, Axel; Jacobs, Joanne. Peter Lang Publishing, Inc. New York, 2006.

Istilah dalam cyworld:
jjang : the best. sindrom foto yang dipajang di mini-hompy terus di-vote secara on-line.
uljjang: person with best face
momjjang: people with the best physique
avatar: personifikasi grafis pengguna dalam dunia virtual
peogada: menggali sesuatu dari sumber. mengkopi informasi yang memang duplicable
1 -chon: sistem pertemanan yang digunakan dalam cyworld.

Mimpi

Ambon adalah kota yang pannnaasss. i already said it and i’m going to say it more often.
Siang ini panasnya sungguh gila. jangankan make up saya yang didasari sunblock SPF 50++, otak aja bisa meleleh sangking pwanasssnya…

Untunglah AC diruangan saya paling dingin sedunia *kalo dunia ukurannya cuma segede lantai bawah kantor* .

Kalo sudah panas gini, pas lagi sepi, trus kerjaan lagi nggak jelas *memang jarang sekali jelasnya*, lagi nggak baca buku, lagi nggak belajar bahasa, khayalan saya pasti aneh-aneh.

Saya membayangkan kalo korea selatan kena tsunami trus penduduknya pada hanyut, mungkinkah mereka terseret arus melewati laut cina selatan mengarungi samudra pasifik trus sampai ambon?

Trus kalo saya ngelempar botol di pantai natsepa berisikan pesan cinta kepada lee donghae, jang wooyoung dan kim heechul ke arah utara, mungkinkah botol itu bisa hanyut sampai ke korea selatan sana. Lalu terbawa hingga ke sungai han di pinggir-pinggir dorm mereka?

Hahahahah ngimpi, paling juga nyangkut ke teluk piru. kalo nggak dimakan tuna. terus saya mikir lagi. kalo tiba-tiba botol saya dimakan tuna, trus tunanya di eksport ke korea selatan hidup-hidup trus dibeli sama manager super junior, terus dibelek perutnya, terus mereka nemu surat saya yang untuk donghae di dalam botol gimana ya? ekekekekekeke

benar, panas di sini bikin otak saya maleleh ahiakz…