warna mobilku *kalo udah bisa beli sendiri* hahaha

kemarin hari jumat sepulang makan di mangga dua sama susi ngobrolin tentang mobil impian dan warnanya. waktu itu kita ngeliat mobil *lupa mereknya* warna putih susu lewat. terus kita berdua kompak bilang wooowww keren hahahaha *tipikal orang yang gak mampu beli*

terus kita ngomongin warna-warna mobil “ih kalo putih tu keren ya” terus aku bilang kalo warna mobil itu punya korelasi dengan resiko kecelakaan. terus susi bilang kalo dia belom pernah denger itu

faktanya, menurut penelitian dari Monash University Accident Research Centre (MUARC), warna lain selain warna putih seperti mobil berwarna hitam, biru, abu-abu dan yang warnanya nyaru-nyaru sama warna aspal itu disosiasikan memiliki resiko kecelakaan lebih tinggi di siang hari. Penelitian ini juga menyatakan bahwa keparahan kecelakaan berhubungan dengan warna mobil. Dengan rendahnya visibilitas warna mobil, resiko kecelakaan parah makin tinggi.

Studi lainnya menemukan kalo mobil warna kuning dan putih memiliki resiko lebih rendah resiko tertabraknya.Pilih-pilih warna pas mo beli mobil ternyata penting juga, nggak cuma berdasarkan warna favorit doang. ternyata ada warna-warna mobil paling aman dan paling bahaya di jalanan.

yang kanan tadinya adalah mobil impian saya, hi-lux haghaghag keyeenn. tapi mungkin karna warna putih lebih aman, honda freed putih menjadi idaman saya sekarang hehehe

MUARC menggunakan data tabrakan dari victoria dan australia barat, lalu menggunakan klasifikasi warna hitam, biru, coklat krim, coklet kekuningan, emas, ijo, abu-abu, maroon, putih lembayung muda *gimana ya warnanya?*, orange, pink, ungu, peraj dan kuning dengan semua variabel yang dianggap paling deket sama kategori ini. Studi ini ini menyertakan kondisi seperti cahaya waktu terjadinya kecelakaan, jenis kendaraan, keparahan tabrakan dan keadaan. kendaraan umum seperti taxi nggak diikutin di penelitian ini

Hasil penelitian membandingkan kendaraan berwarna putih dengan semua kendaraan berwarna lain. penelitian MUARC menunjukkan ada sejumlah warna mobil yang beresiko tinggi: hitam, biru, abu-abu, ijo, merah dan perak. Diantara warna-warna ini, secara statistik nggak ada yang lebih aman dari warna putih walopun beberapa warna ini punya kesamaan resiko tabrakan yang relatif dengan mobil yang warna putih.

hubungan paling erat antara warna dan resiko tabrakan terjadi di siang hari. tapi pas suasana lebih gelap ato rada malem, keterkaitan antara warna dan resiko tabrakan ini semakin berkurang karna semua warna-warna mobil semakin sulit dikenali dan lampu mobil juga mengurangi efek warna mobil.

Berdasar studi ini, Dr Soames Job dari RTA’s NSW Centre for Road Safety bilang kalo hasil penelitian tersebut cukup berguna. Tapi ada faktor lain yang lebih berpengaruh pada resiko tabrakan dan para supir harus waspada. “Nyetir mobil dengan warna yang lebih gelap meningkatkan resiko tabrakan anda” kata Dr Job. “Tapi ini pengaruhnya nggak sejelas dan nggak sebesar perilaku mengemudi anda. kalo nyetir dalam kecepatan normal, nggak sambil mabok dan capek banget, keselamatan di jalan akan meningkat.” kata Dr Job.

kalo buat saya, yang penting ngimpi dulu. belinya kapan-kapan kalok udah punya duwit ahahahah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s