seandainya saya punya unsur Y di kromosom

seandainya saya dilahirkan dengan kromosom XY saya akan jadi lelaki. kalau jadi lelaki saya akan bebas menentukan langkah dan hidup saya sendiri.

seandainya saya lelaki saya sudah pasti bisa memperjuangkan obsesi-obsesi yang sangat lelaki. beli motor diusia 25 menikah di usia 27. istri saya harus cantik dan pintar. punya mobil diusia 35 tahun. melunasi cicilan rumah di usia 40 tahun

kalau saja saya lelaki. saya tidak akan menyesal punya pendidikan  tinggi dan ingin lebih tinggi lagi tanpa merasa takut. sebagai lelaki saya tidak akan perlu takut mempunyai pikiran bahwa semakin tinggi pendidikan, semakin luas pengalaman dan semakin tinggi karir, wawasan saya akan jadi semakin terbuka, semakin penuntut, semakin mengerti metode berpikir abduksi,induksi atau deduksi, semakin tidak bisa ditipu dan semakin berani mengemukakan pendapat. dan tentunya saya tidak akan takut menjadi salah satu parasit lajang. 

sebagai lelaki, perempuan jatuh cinta kepada saya. mudah saja memerangkap perempuan. beri perhatian,jual mahal sedikit,lalu tarik ulur. semua ada tak-tik dan strateginya. tidak sulit . saya butuh perempuan pintar,tapi tidak perlu bergelar Ph.D. cukup yang menurut saya cantik dan seksi,bisa diajak ngobrol,nyambung dan lucu.

Perempuan berpendidikan tinggi atau banyak pengalaman dan berpangkat tinggi terlalu banyak bicara dan tidak bisa diatur. mereka lancang dan banyak maunya.mereka menakutkan, apalagi yang punya banyak sahabat,teman,fans,penggemar,atau bahkan punya stalker. itu sedikit membanggakan tapi lebih banyak mengintimidasi. mereka sibuk dengan dirinya. jadi mana sempat mengurus saya.

kalau saja saya lelaki tidak ada lelaki yang melihat saya lurus kearah dada saya tepat beberapa detik setelah berkenalan. 

kalau saya lelaki,tentu lelaki tidak berminat mencolek  saya disekitar pinggang,atau sering-sering memuji dengan cara menepukkan tangan ke bahu atau ke punggung saya.

saya juga tidak perlu menghabiskan uang jutaan untuk produk kecantikan atau pelangsing dan pemutih kulit. 

kalau saya lelaki,suara saya tentu lebih terdengar. di rapat atau di musyawarah apapun tanpa terkesan histeris,emosional dan mencolok. di rapat lelaki menjerit,berteriak persetan di depan muka pimpinan dan menggebrak meja. itu tidak emosional dan histeris. itu reflek.

dengan logika,saya bisa mengambil keputusan tanpa gangguan emosi. saya tidak akan dihinggapi rasa tidak pede,rasa sensitif dan tersinggung berlebihan. saya akan konsentrasi bekerja tanpa dibayangi wajah anak-anak saya dan khawatir suami selingkuh.

logika membuat saya tidak larut dalam satu perkara dan membuat saya down. saya bisa mencapai puncak karir saya tanpa gangguan. karna saya yang menentukan semuanya. saya menetukan istri yang saya pilih, pekerjaan yang saya mau, dan semuanya saya yang bertanggung jawab mengendalikan.

ah ya seandainya..

tapi saya tidak memiliki unsur Y dalam kromosom.

ungkapan what man can do woman can do better sepertinya hanya delusi para feminis garis keras. mungkin harusnya what man can do woman (maybe) can do better. tapi nggak tau juga ding.

saya sangat menikmati keistimewaan perempuan kok.

saya hanya galau kalau melihat banyaknya masalah yang dihadapi perempuan. ambiguitas perempuan yang ingin kesetaraan gender tapi bediri di busway atau kereta ngeluh. atau ambiguitas perempuan yang ingin ditinggikan martabatnya tapi sengaja memakai baju berbelahan dada rendah dan rok mini dibelah tengah sementara perempuan-perempuan lain lebih menyukai intelektualitas dan mulai menyadari inner beauty.

ah nggak tau. saya bukan expert dibidang itu. mungkin kalo dihubungkan dengan konstruksi media, baru bisa saya bongkar tapi akan menjadi sangat komunikasi, sangat panjang dan membosankan.


nggak logis?

kan kata laki-laki perempuan memang gak logis dan nggak perlu logis 🙂

being analog for a while

Lama banget gak update blog.
Belakangan ini saya sangat menikmati ‘me-time’ versi analog. Saya nggak bukak FB berhari-hari-hari kecuali buwat maen restaurant city doang. nggak bukak blog sama sekali dan nggak bukak imel haghag.

walaupun dosen saya dulu sudah menanamkan pentingnya information comunication technology (ICT), dan betapa orang komunikasi harus menguasai teknologi media, saya tetep aja nyaman menjadi manusia analog ahihihihik. yah, saya masih buka kompas.com dan detik.com sih, biar nggak ketinggalan gosip. tapi hari-hari biasa yang saya lakukan adalah ini:

dua minggu ini saya membaca dan memotongi berita-berita menarik di kompas. analog banget. lebih gampang klik and save dari portalnya. but this is fun. i collect almost 50 articles 🙂

pada dasarnya saya memang cenderung ke analog. jam tangan aja saya pilih jam tangan analog punya bapak saya pas beliau kuliah daripada jam digital yang underwater-bisanyala digelap-gelapan-whatsoever. masalahnya jam digital dengan presisi waktu yang akurat hingga ke detik, anaknya detik dan cucunya detik itu menyiksa saya haghag. toh saya bukan timer di terminal hawhaw. ini kan masalah selera aja. kalo dikasih jam digial juga saya nggak nolak 🙂

my beloved analog watch. awet n klasik boooo’

trus untuk pembukuan keuangan, saya lebih suka pake buku tulis biasa yang saya garisin sendiri. pacar saya bilang mending pake microsoft exel aja. tapi saya mikir kalo exel gak bisa dicoret2 pake pensil warna, lah nanti pensil warna color pep’s saya nggak kepake dong. trus harus buka-buka netbook lagi. ribet. nggak bisa dibolak-balik dan dilipet sambil geleng-geleng kepala atau senyum-senyum haghag. alasan yang sama kenapa saya mending beli buku berkilo-kilo dan mahal ketimbang e-book yang bisa donlot gratis ato copy printscreen di google-book.

saya masih memakai cara konvensional. membagi fix cost dan variable cost dalam buku catatan dan mewarnai yang sekiranya shocking 😀

Hagz. bukannya digital nggak bagus. mp3 lebih awet daripada kaset. atm adalah salah satu penemuan brilian sepanjang masa. kamera pocket digital lebih praktis dibanding kamera SLR analog yang manual banget. gps lebih oke daripada kita gelar peta dijalanan buat nemuin lokasi tertentu. Biar kata marshall mcLuhan, technology is extension of man (1964) dan digitalisasi adalah extention of man juga, tapi kalo masih nyaman analog ya gak masalah kan?.sama seperti alasan drew barrymore nggak punya twitter *mid 2010 nggak tau sekarang dah punya belom*, katanya: twitter?i don’t think that we are that far, alias saya merasa jarak kita belum sejauh itu untuk dikoneksikan dengan twitter. kalo alasan saya nggak aktif twitter ya karna selain saya analog ya karna emang belom paham aja makenya, jadi nggak menikmati, trus nggak ada apikasi game-online-nya akakak.

ah. terserah saja. mungkin saya terlalu muak dan masih trauma dengan ratusan e-journal tentang konvergensi media yang bikin keriting dan belom semua saya baca demi tesis saya *6 bulan berlalu masih bikin emosi*. akhirnya saya harus banting setir ganti judul. makanya saya nggak suka digital haghag. bagaimanapun kalo masih nyaman dengan analog, dan selama tidak berhubungan dengan alat kesehatan dan the survival of human being, biarkan yang digital itu. kalo harganya sudah kebanting. terinjak-injak, turun sampe ke kerak bumi., baru deh dipake hehehe.

Golden Rabbit Year

Dear cute rabbit bunyy, bring back my lucckkkkkk :* :* :* . pic taken from http://wannasmile.files.wordpress.com

Syukurlah tahun maccaaannn yang membuat saya babak belur sudah berlalu dan berganti ke tahun kelinci :D. Di tahun macan kemaren otak dan dompet terkuras ngurusin tesis, nggak ada project sampingan mampir, penghasilan pas-pasan, alhamdulillah masih sehat.

Sebagai gemini sejati yang katanya percaya sama takhayul, adalah kewajiban untuk saya tau apa yang akan terjadi di tahun kelinci haghag *cukup tau aja, tidak mengimani*. Saya lebih suka shio-shio’an daripada primbon, zodiak, atau ramalan lainnya.

Alasannya karena shio asalnya dari China yang peradabannya udah tua banget. sekarang aja tahun cina 4709, masehi masih 2000-an, hijriah masih 1400-an. trus orang china kayaknya nggak nipu. kalo nipu dagangannya nggak laku dong. selain itu shio juga nggak nambah-nambah kayak zodiak yang gara-gara bintang ophiocus bintang saya harus geser ke taurus. Ogah banget pake O kapital. Selain itu karna shio itu general yaitu 1 shio satu taun, nggak spesifik bulan tertentu. Itu melegakan sekali karna kalo shio tikus lagi sial, yang sial semua yang lahir taun 1912, 1924, 1936, 1948, 1960, 1972, 1984, 1996, 2008, 2020, bukan yang lahir juni doang akakakak

Tahun kelinci emas 2011 katanya adalah the year of luck. Tahun ini membawa perbaikan yang tenang setelah tahun macan kemarin yang katanya banyak kekerasan, turbulence, dan permasalahan. Tahun kelinci akan menjadi tahun yang menyenangkan dan damai, juga akan menjadi tahun diplomasi, terutama untuk hubungan internasional dan politik.

Dari macan yang garang ke kelinci yang jadi lambangnya playboy pasti drastis banget perubahannya. Beda dengan tahun sebelumnya, tahun ini akan menjadi tahun meningkatnya keberuntungan, meningkatnya produktifitas, uang mudah didapat, peraturan mengendur, dan gaya hidup menjadi lebih santaaiii.

Awh syukurlahhh..

untuk shio tikus katanya tahun ini tahun yang tepat untuk mengembangkan hobi dan keahlian yang berujung kebahagiaan. katanya bagus juga buwat nikah hahay amienn. untuk keuangan banyak bocornya tapi. katanya harus cari pemasukan lebih lewat pekerjaan baru kekekeke, tau aja nih kelinci.

Di tahun ini pula, tikus akan belajar banyak hal terutama dalam mengontrol emosi. Haduuuhhh sabarr. tapi bener juga, biasanya kemaren-kemaren saya bawaannya emossiiiiii mulu kalo liat om-om girang. sekarang biasa aja tuh hawhawhaw

Be nice to me rabbit yearrrr :*

Groupthink dalam PSSI vs LPI

Sudah lama saya tidak menulis mengenai fenomena komunikasi dan masalah dunia komunikasi. Kali ini saya ingin membahas groupthink, sebuah teori yang pertama kali dicetuskan oleh Irvings Janis (1972). Mengapa saya ingin membahasnya? karena dalam kehidupan organisasi baik itu sebagai tim, firma maupun birokrasi, sering terbentuk keyakinan kolektif dan delusi (Benabou, 2007). Sepertinya groupthink terjadi pada PSSI yaitu di dalam kelompok Nurdin Halid, Pak Besoes, dan tentu orang-orang yang mempertahankan mereka menjadi ketua. Saya bilang sepertinya karena saya tidak mengumpulkan bukti-bukti empiris untuk sengaja melakukan studi kasus pada PSSI. Kasus ini hanya saya pakai untuk mempermudah pemahaman tentang groupthink saja.

Dalam sebuah pembentukan kebijakan publik, atau kondisi kritis dalam sebuah perusahaan, groupthink sering muncul. Groupthink adalah sebuah modus berfikir yang sangat dipengaruhi oleh kohesivitas tinggi dalam kelompok. Bahwa solidaritas kelompok yang sangat mengikat sering menyebabkan proses mental anggota kelompok terhambat, dan sebuah kelompok yang anggotanya sangat dekat memungkinkan mereka membuat keputusan yang sangat inferior (Janis,  1972).

Dalam kondisi yang genting dan bencana kebijakan publik, seringkali anggota kelompok jatuh dalam kepercayaan diri yang terlalu berlebihan dan kebutaan yang disengaja. Groupthink secara sistematis menyebabkan kelompok mengabaikan sinyal peringatan, menghindari bukti,  menyingkirkan beberapa fakta penting atau hanya menginterpretasikan fakta-fakta tertentu dalam mengambil keputusan (Benabou, 2007).

 

dalam pikiran, semua anggota kelompok sebenarnya memiliki pemikiran yang sama: menolak, namun demi kohesivitas, pemikiran tersebut tidak diungkapkan

Kalau saya interpretasikan sendiri sesuai dengan pengertian diatas, tiap kita yang berkolompok rawan oleh adanya groupthink. inti dari group think adalah kohesivitas dan usaha untuk menjaga keharmonisan kelompok yang membuat para anggota kelompok cenderung saling tergantung dan bersatu untuk memecahkan masalah. Terkadang, dari keinginan untuk menjaga ke-kohesivitas-an, para anggota kelompok lain terpaksa tunduk pada anggota yang berpengaruh. Anggota berpengaruh mengintervensi pemikiran anggota kelompok lainnya, sehingga terkadang satu kelompok menjadi irasional, cenderung mengambil keputusan yang salah dan menentang pendapat dari siapapun di luar kelompok tersebut walaupun dalam hati kita menolak.

Misalnya saja pengakuan IGK Manila kalau Nurdin pernah mengatur pertandingan dengan meminta Manila mengganti wasit di pertandingan final sepak bola Jawa Timur melawan Papua, sepuluh menit sebelum pertandingan beritanya di http://bola.kompas.com/read/2011/01/08/17583695/Manila:.Nurdin.Pernah.Atur.Pertandingan

 

dan semuanya kompak mengatakan setujuuuuu

Benabou mencontohkan beberapa kesalahan pengambilan keputusan yang diambil karena terpengaruh oleh groupthink: meledaknya pesawat ruang angkasa Challenger (sebelum diluncurkan salah satu mekanik merasa ada yang salah, tapi karna kepala kelompok mengatakan pesawat siap luncur, maka pesawat diluncurkan), Invasi AS ke Irak yang ujungnya menghukum mati Saddam Hussein (Keputusan diambil mengabaikan protes negara-negara lain dan warga negaranya sendiri, mengabaikan fakta dan praduga tidak bersalah tiadanya senjata pemusnah masal di irak *sampai sekarang senjatanya nggak ketemu*. dan karena groupthink, sekutu-sekutu AS ikut mengirimkan tentara), dan juga krisis subprime mortgage di AS yang imbasnya membuat AS harus melakukan Bailout ratusan milyar dollar AS.

Ada 8 indikasi grupthink menurut Janis, mari kita kaitkan dengan yang terjadi pada PSSI vs LPI

1.  simptom kekebalan diri (illusion of invulnerability), dimana pada situasi ini sebuah kelompok akan memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi dengan keputusan yang diambil dan kemampuan yang mereka miliki. Mereka memandang kelompok mereka yang sangat unggul dan tidak pernah kalah dalam segala hal. Dengan sumberdaya dan legalitas yang dimilikinya, PSSI memiliki percaya diri tinggi sebagai lembaga yang supremasinya lebih unggul dari kelompok manapun. Dari segi dana, kualitas, dukungan FIFA dan lainnya, PSSI merasa tidak akan pernah kalah dalam segala hal.

2. Simptom yakin pada atribut moral dalam kelompok (Belief in Inherent Morality of the Group). Dalam bayang-bayang groupthink, anggota kelompok secara otomatis mengasumsikan kebenaran dari masalah mereka. Kata Miing, anggota komisi X DPR RI: “Menurut saya, penyakit ada di Pengda PSSI. Mereka harus sadar mengenai semakin buruknya prestasi timnas Indonesia. Sudah tujuh tahun Nurdin memimpin PSSI, tetapi tidak ada prestasi,” ungkap Miing. Sampai tanggal blog ini dibuat sepertinya dalam tubuh PSSI tidak ada gejolak. Pengda juga kompak aja membenarkan tindakan ketuanya.

3. Rasionalisasi Kolektif (Collective Rationalization). Rasionalisasi kolektif mendukung sebuah mindset “hear no evil, see no evil, speak no evil”. Contohnya adalah pendapat I G  Manila di wawancara kompas “Dia (Nurdin Halid) enggak bisa berkaca diri. Mungkin di rumah dia enggak ada cermin. Orang sudah bilang dia gagal, dia bilang tidak. Disuruh mundur, dia enggak mau. Satu-satunya jalan yaitu revolusi, harus segera dimulai,” ungkap Manila, Senin (10/1/2011), saat mendatangi kantor KPK bersama Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta.

4. Membuat stereotype pada kelompok luar. Sterotype ini membuat anggota kelompok yang terpengaruh oleh groupthink terkesan merendahkan semua yang di luar kelompok. PSSI memang tidak mengakui LPI sebagai kompetisi resmi. LPI dianggap tidak pantas dan tidak bisa menyelenggarakan kompetisi yang sama. Namun induk sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut juga tidak bisa melarang kompetisi yang dibentuk oleh Arifin Panigoro tersebut bergulir karena penyelenggaraan LPI dinaungi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). PSSI menyetereotype-kan semua yang telibat dalam LPI adalah ilegal.

 

LPInya pak arifin panigoro

5. Simptom menyensor diri sendiri. Orang yang terpengaruh groupthink menyensor informasi-informasi yang perlu mereka ketahui saja dan yang mereka inginkan saja. Meski sudah ada kritik dari berbagai pihak, namun PSSI sepertinya mempunyai penyaring untuk tidak mempertimbangkan apapun yang tidak sesuai dengan pendapat mereka.

6. Ilusi Persetujuan dari semua anggota (Illusion of Unanimity). Para anggota groupthink lain terbelit dalam ilusi bahwa apa yang mereka lakukan disetujui oleh anggota kelompok lainnya. PSSI memiliki ilusi bahwa yang mereka lakukan akan mendapat dukungan dari anggota FIFA lainnya. Dan Nurdin berilusi bahwa yang dia lakukan akan mendapat dukungan dari partai yang didukungnya. Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengecam pernyataan Ketua PSSI Nurdin Halid yang menyebutkan bahwa prestasi tim nasional Indonesia merupakan hasil campur tangan Golkar.

7. Tekanan Langsung pada penentang (Direct Pressure on Dissenters). Umumnya anggota kelompok melakukan tekanan frontal secara langsung pada kelompok atau orang lain yang menentang mereka. PSSI sempat mengancam para pemain, wasit, atau hakim garis jika ikut LPI akan dicoret dari timnas. Dan bahkan pemain yang belum ikut klub di PSSI tidak akan bisa masuk skuad timnas yang akan disiapkan untuk kompetisi di tingkat asia seperti Sea Games, Asian Games atau bahkan tingkat dunia.

8. Melindungi Pikiran Sendiri (Self-Appointed Mindguard-susah terjemahnya). Umumnya pimpinan kelompok dan anggota kelompok lainnya memprotek pikiran mereka dari ide-ide yang menyulitkan mereka maupun kelompok. I GK Manila bilang “Kalau ada ide bagus yang seharusnya meringankan PSSI, tapi PSSI mengangap bakal menjatuhkan PSSI. Jadi kemungkinan apakah ini ada semacam ancaman hilangnya “periuk nasi?” seperti yang telah diperkirakan banyak orang?”

Dengan indikasi diatas, PSSI terlilit dalam groupthink. Kalo menurut Benabou, ada penangkal groupthink atau kebalikan groupthink, yaitu group morale. Tapi kalo moralnya sudah terbelit oleh groupthink, apa nggak sama aja?

Dan jangan salah, dalam kelompok sekecil geng 5 orang, groupthink sangat sangat sangat mungkin terjadi 🙂

Source:

Benabou, R. (2008). Groupthink:Collective Delusions in Organizations and Markets. Princeton University , 1-49

Janis, I. (2006). Groupthink. In E. Griffin, a First Look At Communication Theory. McGraw-Hill.

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/bicara_fakta/2011/01/05/19/PSSI-vs-LPI-Adakah-Ancaman-Hilangnya-Periuk-Nasi

http://bola.kompas.com/read/2011/01/14/14341033/Siapkan.Hukum..LPI.Jalan.Terus

http://bola.kompas.com/read/2011/01/19/11522455/Pramono:.Nurdin.Halid.Keblinger

http://bola.kompas.com/read/2011/01/10/15052978/Manila:.Nurdin..quot.Ndableg.quot…PSSI.Harus.Direvolusi

http://bola.kompas.com/read/2011/01/15/04230959/Jangan.Pilih.Nurdin.Halid.Lagi.

Wishfull Thinking

Apa yang membuat anda terkekeh senang nona nakahara?saya pikir tidak mungkin kalau anda senang karena hujan pagi yang membasahi bulu-bulu anda. Saya menggigil setengah hari dan bersin tiada henti karena saya menentang insting saya.Alih2 tidur saya malah berlarian mengejar hewan-hewan kecil yang memamerkan pantat mereka didepan hidung saya.

Memang bukan karena hujan tuan tanizaru. saya bingung sendiri, kalau saya kesal saya terkekeh. saya marah juga terkekeh. saya senang saya juga terkekeh. mungkin kalau sedih saja saya berhenti tertawa.
lalu sekarang anda terkekeh karena emosi yang mana?

Entahlah tuan. sudah lama kita tidak berbicara seperti ini. Jadi saya juga tidak bisa menjelaskan perasaan apa yang membuat saya terkekeh. Yang jelas beberapa detik lalu, ada kucing betina yang membuat saya ingin merobek-robek mulutnya dengan cakar saya

nona, saya sudah pernah bilang. berpikirlah yang panjang. anda kan tidak bisa merobek mulut semua kucing yang membuat anda kesal.

Tuan tanizaru, tentu saya berpikir panjang. saya membalas kucing itu dengan senyum dan sejuta kebaikan, eh..setidaknya menurut saya. Jika saya berpikir pendek tentu kita berdua tidak akan berbicara seperti ini.

Syukurlah nona. Saya lega. Saya selalu khawatir anda dan mulut anda yang..maaf..sedikit lancang itu akan mengacau.

Tidak tuan saya tidak sekasar itu. lagi pula, saya juga masih punya rasa belas kasihan meski kucing busuk itu berkali-kali mengucapkan kata-kata tajam kepada saya.

Apa saya mengenalnya?

Tidak tuan, baru kali ini saya bercerita tentangnya pada anda.

Oh ya, siapa namanya?

Namanya nona charlotte

 

dia histeris persis seperti seperti kucing basah, tuan tanizaru. taken from http://www.video2funny.com

Rupanya kucing asing. Apa dia tinggal di rumah mewah dengan pembantu yang bangun pagi untuk menyisiri bulu ekornya?

Bukan. Tuan. Dia bukan kucing asing. saya memanggilnya begitu karena saya membencinya seperti saya membenci charlotte haze dalam cerita lolita, yah tidak ada yang tidak saya benci di cerita itu. Tapi kucing betina ini mirip dia. menyedihkan.

Apa dia baru saja mengalami hal yang sama dengan nyonya charlotte haze itu?. Kalau sampai anda tertawa, saya akan benar-benar pergi selamanya dari anda nona nakahara

Sabar tuan tanizaru, jangan mengancam saya dengan perkataan seperti itu. anda tau anda satu-satunya orang yang mengerti saya.Tuan ingat bagaimana kucing bodoh yang membuat kesal saya beberapa waktu lalu?Saya salah tentangnya. Salah besar. Itu karena saya tidak bercerita kepada anda.

Huuhh, baiklah nona. Saya akan bersabar dan berhenti mengancam. Lalu?Yah, saya dibuat kesal saja olehnya. Lalu saya juluki dia nona charlotte kucing menyedihkan. Dia selalu saja menyakiti hati saya. Tapi saya selalu baik padanya. saya tidak berbohong. setifdaknya saya berusaha untuk begitu. Saya baru saja memikirkan ingin mengasah cakar saya. lalu tiba-tiba saya ingat tuan tanizaru.

Dan saya terkekeh tepat ketika tuan tadi melihat saya karena nona charlotte itu selalu mendapat imbalan setimpal atas perbuatannya.

Jahatkah ia?

Entah tuan tanizaru. Saya selalu berfikir tidak ada kucing berhati jahat. Anjing yang menggonggongi kita, bukan kita yang sengaja mengibas ekor tepat didepan matanya. Jadi saya pikir dia tidak jahat. Dia hanyalah kucing menyedihkan. itu saja. dan saya lega karena saya bersimpati kepadanya.

Syukurlah nona. Tidak baik mengumbar kemarahan anda ke semua kucing yang mengesalkan anda.

Iya tuan. saya justru kasian padanya karena dia kucing yang histeris. Dengan kehisterisannya itu dia melampiaskan perkataannya dan perasaannya kepada siapa saja. Dia cukup bodoh. Dia menyakiti dirinya sendiri, menyakiti kucing lain dan menyakiti lingkungannya tanpa dia tau. Dan pada akhirnya, dia selalu mengasihani dirinya sendiri. Itu yang saya bilang menyedihkan.

Apa tuan mengenal tuan hakuhatsu?saya ingin sebijak dia tuan, sungguh.Hari ini nona charlotte sudah merobek harga diri saya untuk ketiga kalinya dan saya tetap tersenyum kepadanya, persis seperti tuan hakuhatsu tersenyum pada kucing-kucing bodoh disekitarnya.

Sudah dua kali nona charlotte mendapat tamparan dari okage-sama. Saya hanya berdoa semoga perbuatan jahatnya tidak dibalas dengan tamparan lagi. Sungguh tuan, hidupnya sangat susah. Dan itu bukan karena orang lain. Dia memang mencintai masalah dan sengaja membelitkan diri pada masalah.

Ah, saya harap anda tulus mendoakannya nona nakahara. saya benar-benar berharap.

Begitulah tuan, saya mendoakannya, dan mendoakan diri saya sendiri agar selalu mendoakannya.

Jawaban :D

akhirnya saya mendapatkan jawaban dari kegelisahan saya selama paruh bulan pertama 2011 kemarin.jawabannya saya dapet pas lagi ikut rapat tadi pagi. Sebenernya jawabannya sederhana: Sabar.

Saya lupa kalok saya orangnya memang nggak sabaran. grusah-grusuh. tabrak sana tabrak sini. nggak bisa diem. nggak bisa berhenti. kayak monyet kecil loncat sana menclok sini. kutu lompat yang mencelat kesana kemari. Maka satu yang harus saya latih adalah kesabaran. Dan seperti kata pak big bos saya tadi, semua buruh proses.

Saya baru inget. iya ya, kita kan nggak bisa pergi ke bulan pake becak. arrghh bodohnya saya. melihat yang terlihat didepan mata saja, tidak melihat apa yang terjadi dibelakang itu semua. hubungan sebab akibatnya.

Ah ya sudah. Problem Solved
Udah itu doang. kayaknya saya memang belakangan ini degradasi otak banget sampe melupakan berpikir secara dialektis.

 

Surem kah?

Kalau setiap bulan kinerja dan progress hidup saya dinilai, sepertinya pada bulan pertama tahun 2011 ini raport saya akan kebakaran. sampai dipertengahan bulan ini saya masih bengong aja tiap hari. Padahal biasanya dalam setiap tahun, bulan pertama adalah saat saya membuat rencana, resolusi dan target yang akan saya capai selama setahun, dan biasanya saya revisi di bulan ulang tahun saya yaitu juni.

Sepertinya memang saya mengalami kemunduran. baik itu pemikiran, motivasi maupun harapan penghidupan yang lebih baik. Biasanya saya akan menyalahkan status ke-PNS-an saya yang seringnya saya sinonimkan dengan ledha-ledhe dan lemah motivasi karena belenggu jenjang urut kacang. tahun pertama menjadi PNS tahun 2010 lalu sepertinya masih belum berasa, karena saya melewatkan 7 bulan pertama sambil mengerjakan thesis.

Tahun kedua PNS ini sepertinya saya mulai dengan agak suram karena sudah memasuki lingkungan ‘nyata’. dimana-mana rekan yang mengesalkan itu pasti ada. bos yang membuat kita ingin meninggalkan jejak hak sepatu kita di seluruh penjuru wajahnya juga pasti dimana-mana kita temui. tukang gosip yang nggak punya kerjaan itu di kantor manapun juga ada, cuma kalo di lingkungan PNS sepertinya jumlahnya semiliar lebih banyak dibanding di swasta. minimnya persaingan berdasarkan prestasi dan kepintaran itu dikantor PNS mana aja juga pasti ada. empowerment pegawai yang notabene bisa dibilang wrong man in the wrong place itu juga jamak dimana saja. Yang merasa sebal karena menjadi second line, pemain cadangan, atau bahkan tidak terlihat itu dimana-mana ada.

Jadi masalahnya bukan di saya. dan yang menderita macem saya juga bukan saya aja. banyak teman seprofesi saya baik di lembaga sama maupun luar lembaga saya yang jauh lebih menderita. Jadi sekali lagi masalahnya -seharusnya- bukan di saya. Saya toh masih beruntung. Sangat beruntung. Saking beruntungnya, saya terjebak dalam zona nyaman yang berbahaya.

Seperti kata haruki murakami: pain is inevitable, suffering is optional a.k.a sakit itu pasti, menderita itu pilihan. Salah satu teman saya yang cita-citanya pengen dapet nobel menterjemahkannya dengan analogi lain, gaji sedikit itu memang menyakitkan, tapi pilihannya mau menderita di jakarta atau di ambon?. Anehnya, saya tidak merasa sakit atau menderita. tapi tiba2 drop aja. bahaya banget ya zona nyaman ternyata.

Sebagian orang berharap remunerasi akan merubah segalanya. tapi sejak dulu saya memang tidak suka berharap. saya berharap semangat saya datang lagi sekarang, bukan pas remunerasi *udah keburu bodo saya*. Pacar saya bilang, saya sekarang agak tulalit dan gak semangat. katanya gara-gara keseringan liat sinetron *padahal saya cuma nonton amira doang itu juga gara-gara nemenin bu kost*. Padahal dulu pas masih aktip nontong jepang2an, suju-sujuan, snsd, 2pm dan variety show korea lainnya saya semangat dan hidup *trus saya jadi inget pelajaran bahasa jepang yang menguap entah kemana, masa-masa tidak produktif di kantor dan di rumah setengah bulan ini*. OmG! saya harus bangun.

Yang lain sudah terbang, saya masih bangun tidur T.T

Saya sangat ingat kata-kata farhan di 3 idiots: kalau teman kita gagal, kita sedih. tapi kalau teman kita lebih berhasil dari kita, kita jauh lebih sedih.

aall iz well, aall iz well. katanya rancho :D. kalo all too well jadi bego lama-lama. taken fromsharasqif.blogspot.com

Kurang lebih itu juga terjadi sama saya. Teman saya sukses. sangat sukses sesukses suksesnya sukses, sukses banget. apa yang dia raih adalah semua mimpi saya *mimpi saya banyak, tapi ini yang paling*. Kerjanya tidak beda dari saya. bedanya dia sudah beristri dan beranak *usia lebih muda dari saya*. Bedanya, selain faktor genetika superior *bukan masalah utama* dan faktor X lainnya, dia fokus. Dia fokus sejak dari kecil, dan terus menggenggam mimpinya. Pekerjaannya bukan karirnya. Dan dia terus melakukan itu. Sedih saya bukan karena iri. tapi karena sebenarnya saya bisa melakukan hal yang sama tapi tidak saya lakukan *pemikiran klasik orang gagal hiks*

Sudah ada dua orang pakar yang mengatakan hal yang sama, dan satu orang yang membuktikan bahwa your job is not your career. saya selalu lupa hal itu. selalu lupa. saya baru ingat ketika diberi sentilan oleh Allah. dan setelah itu saya lupa lagi. saya harus ingat kata-kata dosen saya yang juga mentor saya bahwa pilihan pekerjaan yang saya pilih berarti : a total suicide for my career and the growt of my science

oleh karena itu saya harus merapal mantra ini : your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career, your job is not your career,

AAAAARRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!